MANDARNESIA.COM, Polewali – Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, Kamis (3/7/2025), melakukan kunjungan langsung ke gudang Bulog di Polewali Mandar. Kunjungan ini dilakukan menyusul keluhan masyarakat terkait kenaikan harga beras di wilayah tersebut, dengan tujuan utama memastikan ketersediaan dan kualitas beras, terutama untuk program bantuan sosial.
Dalam tinjauannya, Bupati Samsul Mahmud menekankan pentingnya memastikan kualitas beras yang akan didistribusikan kepada masyarakat. Ia mengamati bahwa beras medium yang tersedia di gudang Bulog memiliki kualitas yang baik.
“Kita di gudang Bulog ingin memastikan ketersediaan beras dan kualitasnya, terutama bantuan untuk masyarakat. Untuk bulan Juli ini ada bantuan untuk 44 ribu orang dengan jumlah beras sebanyak 889 ton. Alhamdulillah kualitas medium berasnya baik,” ujar Bupati rilis tim Warta Kominfo SP Polman.
Program bantuan beras untuk bulan Juni ini menargetkan sekitar 44.000 penerima, dengan total volume bantuan mencapai 989 ton. Bupati berharap bantuan ini dapat tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran.
Meskipun mengakui adanya ketidakstabilan harga beras di pasar saat ini, Bupati menyatakan optimisme bahwa harga akan kembali stabil seiring dengan dimulainya musim panen di Polewali Mandar yang diperkirakan akan berlangsung pada minggu depan.
Yang menarik, stok beras di gudang Bulog Polewali Mandar menunjukkan peningkatan yang signifikan. Dari rata-rata 6.000 ton, stok kini melonjak drastis hingga 19.000 ton. Peningkatan “luar biasa” ini bahkan mengharuskan Bulog untuk menyewa gudang tambahan.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Bulog dan pihak terkait lainnya guna memastikan distribusi bantuan yang tepat waktu dan sesuai. Selain itu, pemantauan terhadap ketersediaan dan harga beras di pasar tradisional juga akan terus dilakukan.
Sementara itu, Kepala Cabang Bulog Polewali Mandar, Faris Sudirman, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat kepada Gubernur dan Badan Pangan Nasional.
“Kami sudah bersurat ke Gubernur dan Bapanas untuk pengeluaran beras SPHP, mudah-mudahan segera keluar sebagai respon atas situasi harga beras di pasaran saat ini,” jelasnya dalam rilis yang sama tersebut di atas.
Langkah ini diambil untuk mempercepat pelepasan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) sebagai upaya intervensi pasar guna mengatasi kenaikan harga. Sudirman juga memastikan bahwa beras yang disimpan di gudang adalah beras medium standar cadangan pemerintah, serta menjamin bahwa bantuan pangan yang akan disalurkan kepada masyarakat tidak akan bermasalah atau rusak.
Bulog akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan distribusi yang tepat waktu, akurat, berkualitas, dan sesuai kuantitas. (Rls/WM)