PoWER FLP Mamuju 2025: Cetak Penulis Muda Lewat Pelatihan Menulis dan Literasi

oleh
oleh

MANDARNESIA.COM, Mamuju — Forum Lingkar Pena (FLP) Mamuju sukses menggelar kegiatan PoWER (Program of Writing, Education, and Recruitment) Ahad, (7/12/2025). Program ini menjadi upaya FLP Mamuju dalam memperkuat budaya literasi, meningkatkan keterampilan menulis, serta membuka ruang pembinaan bagi generasi muda di daerah.

Kegiatan yang dipusatkan di Aula Home Theater Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mamuju tersebut menghadirkan tiga pemateri dengan bidang keahlian berbeda.

Kurnia Harun, aktivis literasi sekaligus Pengurus FLP Wilayah, memaparkan materi mengenai keorganisasian FLP, termasuk visi, peran, serta peluang pengembangan diri dalam komunitas.

Materi kedua dibawakan oleh Adi Arwan Alimin, penulis dan jurnalis senior, yang memberi motivasi menulis kreatif serta teknik mengembangkan ide menjadi karya.

Sesi terakhir diisi oleh Amirullah Bandu, akademisi dan penulis, yang menyampaikan materi seputar penulisan fiksi hingga proses menjadikannya karya yang layak dipublikasikan.

Sebanyak 15 peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan pegiat literasi mengikuti kegiatan ini. Antusiasme peserta terlihat sepanjang rangkaian acara, mulai dari diskusi, latihan praktik menulis, hingga sesi tanya jawab.

Ketua FLP Mamuju, Muhammad Sibgathullah, mengatakan bahwa PoWER diharapkan menjadi langkah awal memperluas jejaring literasi dan melahirkan lebih banyak penulis muda produktif di Sulawesi Barat. FLP Mamuju juga membuka kesempatan bagi peserta yang ingin bergabung sebagai anggota untuk mendapat pembinaan lanjutan.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Mamuju, M. Fausan Basir, menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung hasil karya peserta.

“Luaran dari kegiatan ini yaitu karya peserta bisa diterbitkan menjadi buku. Biayanya akan dibantu oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan,” ujarnya.

Pejabat yang akrab disapa Kak Uut itu menutup sambutannya dengan ajakan untuk terus berkarya. “Teruslah menulis karena karya itu bisa melampaui sejarah dan usia kita.”

Dengan terlaksananya kegiatan PoWER, FLP Mamuju kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan di daerah. (Rls/WM)