,

Pemkab Polman Dorong Penguatan Satu Data untuk Perencanaan 2026

oleh
oleh
Foto: Kominfo SP Polewali Mandar

MANDARNESIA.COM, Polewali – Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Kominfo SP) menggelar Forum Satu Data Daerah yang bertujuan memperkuat kualitas dan keterpaduan data sektoral pada Portal Polman Satu. Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Polewali Mandar, Nursaid Mustafa, di Ruang Pola Kantor Bupati, Selasa (9/12/2025).

Forum tersebut menghadirkan unsur penting dalam ekosistem Satu Data, diantaranya Kepala Balitbangren selaku Koordinator Data, Andi Himawan Jasin, serta Kepala BPS Polman, M. Nasir, selaku Pembina Data.

Perencanaan Berbasis Data Akurat

Kepala Dinas Kominfo SP yang juga Wali Data, Dr. Aco Musaddad HM, menegaskan dalam rilis resminya bahwa forum ini menjadi momentum untuk memperkuat pemantauan dan evaluasi data sektoral lintas OPD.

“Kami meyakini perencanaan yang baik harus bertumpu pada data yang akurat dan terintegrasi,” ujar Aco Musaddad.

Sekda Nursaid Mustafa mengapresiasi langkah Kominfo SP dan menekankan pentingnya komitmen OPD dalam menjaga kualitas data.

“Kami berharap pimpinan OPD mampu mengawal data sektoral masing-masing. Data yang valid dan terpusat menjadi kunci efektivitas pembangunan daerah,” tegasnya.

Pemaparan Data Strategis

Dalam sesi pemaparan, Koordinator Data dari Balitbangren, Andi Himawan Jasin, memaparkan perkembangan data RPJMD, DTSEN, serta berbagai elemen data yang menjadi fokus perencanaan tahun 2026.

Sementara itu, Kepala BPS Polman, Achmad Nasir, menyoroti sejumlah indikator strategis daerah, khususnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan angka kemiskinan. Ia menyebutkan bahwa kedua indikator tersebut menunjukkan progres yang cukup baik.

Peserta dan Harapan

Forum Satu Data yang berlangsung pada 9 Desember 2025 ini diikuti oleh pejabat eselon II, kepala bagian, para camat, APDESI, serta Forum Kelurahan.

Melalui forum ini, Pemkab Polman berharap sinergi antara Wali Data (Kominfo SP), Koordinator Data (Balitbangren), Pembina Data (BPS), dan Produsen Data (OPD) semakin solid sehingga menghasilkan basis data yang akurat, mutakhir, dan mudah diakses untuk mendukung perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.(Rls/WM)