Reporter: Sudirman Syarif
MAMUJU, mandarnesia.com — Video sekelompok oknum anggota Brimob membawa senjata api dan melepas beberapa kali tembakan di kerumunan warga yang juga disekitarnya banyak anak-anak, beredar luas di sosial media.
Dalam tanyangan video, terlihat beberapa oknum brimob bersikap arogan kepada masyarakat dan melarang warga untuk mengabadikan kejadian tersebut. Letupan senjata berkali-kali membuat ibu-ibu panik dan meminta anaknya untuk tiarap.
Sementara hanya beberapa anggota polisi yang berada di lokasi mencoba untuk membujuk anggotanya.
Penelusuran mandarnesia.com, kejadi berlangsung di Tempat Wisata Permandian Salu Paja’an, Desa Bettetangnga, Kecamatan Binuang, Polewali Mandar, Senin (20/1)
Menurut informasi yang diterima dari beberapa sumber yang kami samrakan identitasnya, oknum brimob kesal lantaran diminta pembayaran biaya masuk area wisata seharga Rp5 ribu rupiah.
“Entah apa maksudnya… Mungkin mengancam masyarakat. Tadi siang kak (Kejadiannya) ada empa orang kutau jelas (korban),” katanya kepada mandarnesia.com melalui sambungan pengantar Whatsapp, Senin (20/1/2020) malam.
Hal serupa juga diutarakan salah satu masyarakat yang berada di lokasi, saat beberapa oknum brimob menodongkan senjata api kepada warga.
“Kan itu anggota Brimob yang saya kirim fotonya, kan masuk di Salu Paja’an kerana ada acaranya di bawah. Tapi dia datang sama keluarganya, calon mertuanya, pacarnya. Kemudian ditahan, disuruh bayar Rp5 ribu untuk masuk to. Nabilang turungka dulu, ada mau kutemui ibu Juli,” kata salah satu warga yang identitasnya disamarkan.
“Langsung ke bawa baru naik lagi, natanya itu petugasnya, terus nagertai dia bilang resmiji ini wisata? Baru napukul penjaganya. Baru ini penjaganya nabilang bunuh maka saja, janganmi kasi beginika. Di situmi tambah nagasa,” sambungnya menceritakan peristiwa terbut.
Lanjut dia, “Na dengar bapak, maumi nalerai langsung nakena kepalanya bapak. Berdarami kepalanya bapak. Baru itu polisi berteriak-teriak siapa lagi mau maju. Ada yang mau seperti ini nasibnya bapak?” Kalimat itu disampaikan oknum brimob setelah melihat kepala salah satu warga berdarah.
Setelah kejadian tersebut, tak lama berselang, beberapa oknum anggota brimob datang menggunakan mobil dengan membawa sejata api. Masyarakat kemudian mencoba menghalangi untuk menghindari bentrokan.
“Tidak lama datang semuami, itu mobilnya brimob dihalangi. Baru mattemba-tembami, datang semua mengancam itumi di video,” tutupnya.
Kapolda Sulbar Brigjen Pol Baharuddin Djafar membenarkan video terebut. “Iya sudah ditangani oleh Polres, Propam dan Dan Kie Brimob.”
“Iya kita proses degan baik dan meneliti apa penyebabnya,” katanya kepada mandarnesia.com melalui sambungan pengantar Whatsapp, Senin (20/1/2020).
Sementara untuk penyebab masalah tesebut, Kapolda Sulbar menyampaikan pihaknya masih mendalami. “Infonya masih didalami, apapun alasannya polisi tidak boleh arogan.
Kabid Propam Polda Sulbar AKBP Mohammad Rivai Arvan yang dikonfirmasi mandarnesia.com meminta untuk menghubungi langsung Kapolres Polman. “Langsung ke Kapolres Polman saja ya,” jawabnya.
Hingga berita ini diturunkan, mandarnesia.com masih mencoba menghubungi pihak Polres Polman.