MANDARNESIA.COM, Wonomulyo — Institut Hasan Sulur (IHS) Sulawesi Barat bekerja sama Yayasan Mandar Indonesia menggelar kegiatan Coaching Deteksi Dini Kesehatan Mental dan Penyalahgunaan NAPZA pada remaja, Sabtu (14/6/2025).
Acara ini berlangsung di aula Kampus IHS yang berada di bilangan Jalan Gatot Soebroto Wonomulyo, Polewali Mandar. Pembinaan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2025 dengan tema “Remaja Sehat Jiwa, Sekolah Tangguh Anti-NAPZA: Kolaborasi Cinta dalam Peringatan HANI 2025.”
Rektor IHS, Dr. Agusnia Hasan Sulur, hadir bersama Ketua Program Studi D3 Keperawatan sekaligus Ketua Yayasan Mandar Indonesia, Fredy Akbar K., S.Kep., Ns., M.Kep, Pelaksana Program Kesehatan Jiwa dan NAPZA Dinas Kesehatan Polewali Mandar, serta Konselor Adiksi dari BNN Kabupaten Polewali Mandar.
Sebanyak 45 mahasiswa dan 15 tenaga kesehatan dari tiga Puskesmas wilayah binaan: Katumbangan, Massenga, dan Campalagian mengikuti coaching.
Rektor IHS Dr. Agusnia menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam upaya promotif dan preventif kesehatan jiwa, khususnya bagi remaja sekolah.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena bukan hanya bagian dari proses akademik, tetapi juga penguatan tanggung jawab sosial mahasiswa keperawatan,” ujarnya.
Kegiatan terdiri dari dua sesi utama. Sesi pertama, membahas penggunaan instrumen SDQ (Strengths and Difficulties Questionnaire) untuk skrining risiko gangguan emosional dan perilaku remaja, disampaikan oleh narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar. Sesi kedua dipandu oleh tim BNN Kabupaten Polewali Mandar dengan materi penggunaan instrumen ASSIST (Alcohol, Smoking and Substance Involvement Screening Test) untuk pelatihan wawancara dan deteksi awal penyalahgunaan zat.
Acara ditutup dengan penandatanganan dokumen komitmen kolaborasi oleh perwakilan instansi yang hadir, menegaskan kerja sama lintas sektor dalam mendukung kegiatan skrining terpadu di sekolah-sekolah sebagai bagian dari kampanye “Sekolah Bersinar.”
Ketua Yayasan Mandar Indonesia, Fredy Akbar, menyatakan, “Ini adalah awal dari sinergi jangka panjang lintas institusi untuk membentengi remaja kita dari krisis kesehatan jiwa dan bahaya narkoba.” (rls/ihs/*)