IHS Sulbar: Remaja Sehat Jiwa, Sekolah Tangguh Anti-NAPZA

MANDARNESIA.COM, Polewali  — Suasana edukatif dan reflektif mewarnai pelaksanaan Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2025 di SMP Satu Atap Katumbangan, Kabupaten Polewali Mandar. Kegiatan ini mengusung tema “Remaja Sehat Jiwa, Sekolah Tangguh Anti-NAPZA”.

Event ini merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa Praktik Lapangan KOMKELGER Institut Hasan Sulur (IHS) Sulbar, Yayasan Mandar Indonesia, BNN Kabupaten Polewali Mandar, serta dukungan dari Dinas Kesehatan Polman, dan Dinas Pendidikan Polman.

Sejak pagi kegiatan ini berlangsung. Diawali dengan sambutan dari Wakil Rektor III Institut Hasan Sulur (IHS) Sulbar, perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat, BNNK Polewali Mandar, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar.

“Kampus tidak hanya menjadi pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga pusat pergerakan sosial. Mahasiswa kita tidak hanya belajar di ruang kelas, tapi hadir langsung menjawab tantangan masyarakat, salah satunya adalah isu NAPZA dan kesehatan jiwa remaja,” tegas Muhammad Mihram, S.Pd. M.Pd. Wakil Rektor III dalam sambutannya.

Momentum ini semakin bermakna dengan pelaksanaan skrining kesehatan jiwa menggunakan instrumen SDQ (Strength and Difficulties Questionnaire) dan skrining risiko penyalahgunaan zat dengan ASSIST. Mahasiswa keperawatan terlibat aktif dalam pendampingan, dibimbing oleh petugas dari puskesmas dan fasilitator BNNK.

Fredy Akbar K., S.Kep., Ns., M.Kep., selaku Dosen Keperawatan Jiwa dan Ketua Yayasan Mandar Indonesia, menyampaikan,
“Ketangguhan jiwa remaja adalah perisai untuk tidak mencoba NAPZA. Kegiatan ini adalah bagian dari ikhtiar kita membentuk jiwa-jiwa yang tangguh dan berdaya tahan terhadap tekanan sosial dan pengaruh negatif.”

Acara ditutup dengan pembacaan Deklarasi Anti Narkoba oleh siswa dan mahasiswa serta penggeloran Mars BNN sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan P4GN.

Sebagai lanjutan dari sesi pagi, kegiatan akan berlanjut pada malam harin dengan agenda “Malam Renungan Jiwa” juga di SMP Satu Atap Katumbangan.

Sesi itu akan berisi pemutaran video reflektif, pembacaan naskah renungan oleh seniman lokal, sesi refleksi bersama mahasiswa dan masyarakat, serta penandatanganan poster deklarasi sebagai simbol perlawanan terhadap penyalahgunaan NAPZA. (*)