Ulasan dan Analisis: Aco Musaddad.HM | Kadis Kominfo SP Polewali Mandar
Dalam waktu relatif singkat (10 bulan), kepemimpinan ASSAMI menunjukkan tren positif yang berfokus pada pemenuhan hak dasar masyarakat (air bersih dan sanitasi) serta konektivitas wilayah. Berikut adalah bedah analisisnya:
-
Sektor Infrastruktur: Konektivitas dan Standar Pelayanan Minimal (SPM)
Fokus ASSAMI pada jalan sepanjang 8.536 meter di berbagai kecamatan menunjukkan upaya pemerataan pembangunan agar tidak terjadi sentralisasi di ibu kota kabupaten saja.
- Dampak Ekonomi: Penanganan jalan long segment sepanjang 113,45 km melalui dana APBN menunjukkan kemampuan lobi politik dan koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan pusat. Ini krusial untuk mobilitas logistik di perbatasan Sulbar-Sulsel.
- Kesehatan Masyarakat: Pembangunan jaringan air minum di 17 lokasi dan pembangunan sanitasi (SPALD) di 28 lokasi (900 SR) adalah langkah konkret dalam menurunkan angka stunting dan meningkatkan angka kesehatan masyarakat yang menjadi pondasi kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
-
Sektor Lingkungan Hidup: Solusi Fundamental Masalah Sampah
Masalah sampah yang sempat menjadi tantangan besar di Polman tampaknya mulai menemukan titik terang melalui pendekatan teknologi dan pemberdayaan.
- Teknologi Incinerator: Pengadaan unit kapasitas 20 ton/hari adalah solusi jangka pendek yang efektif untuk memutus mata rantai penumpukan sampah di TPA.
- Ekonomi Sirkular: Peningkatan nasabah Bank Sampah sebesar 30% dan pengiriman 43,8 ton sampah plastik ke Makassar membuktikan bahwa pemerintah berhasil mengubah sudut pandang masyarakat: sampah bukan lagi masalah, tapi komoditas ekonomi.
- Keberlanjutan: Rencana operasional mesin pemilah kapasitas 30 ton/hari di tahun 2026 menunjukkan adanya roadmap (peta jalan) yang jelas, bukan sekadar kebijakan reaktif.
- Penegakan Perda bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan
- Edukasi Pemilahan sampah Terstruktur, sistematis dan massif mulai dari kepala lingkungan, lurah, camat
Tabel Ringkasan Capaian (Februari – Desember 2025)
| Sektor | Indikator Capaian | Output Utama |
| Jalan | Total Penanganan | 8,53 km (Lokal) & 113,45 km (Nasional) |
| Air Minum | Perluasan Akses | 17 Desa/Kelurahan terpapar jaringan baru |
| Sanitasi | Kesehatan Lingkungan | 900 Sambungan Rumah (SR) SPALD |
| Sampah | Teknologi & Partisipasi | TPST Incinerator 20 ton/hari & 600 Nasabah Bank Sampah |
| Kemiskinan | Program P3KE | Rehabilitasi Desa Batetangnga (Sanitasi & SPAM) |
Analisis Kritis: Relevansi dengan Tagline “IPM Tinggi, Kemiskinan Turun”
Capaian di atas secara teoritis berkorelasi langsung dengan dua indikator makro:
- Peningkatan IPM: IPM dibentuk oleh umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak. Intervensi pada Air Minum (SPAM) dan Sanitasi secara langsung meningkatkan derajat kesehatan (menurunkan kesakitan), yang berkontribusi pada komponen umur harapan hidup dalam IPM.
- Penurunan Kemiskinan Ekstrem: Fokus pembangunan di wilayah seperti Desa Batetangnga melalui program P3KE (Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem) menunjukkan bahwa ASSAMI melakukan targeting yang presisi. Infrastruktur jalan yang baik di pelosok juga menurunkan biaya logistik bagi petani, sehingga pendapatan riil masyarakat meningkat.
Catatan Strategis untuk Masa Depan
Meskipun dalam 300 hari hasilnya terlihat masif, tantangan ke depan adalah Keberlanjutan (Sustainability).
- Pemeliharaan: Drainase sepanjang 1.239 meter yang telah dibangun memerlukan pengawasan agar tidak tersumbat sampah warga.
- Kemandirian Desa: TPS3R yang aktif (5 unit) perlu terus didorong agar setiap desa mampu mengelola sampahnya secara mandiri tanpa bergantung sepenuhnya pada kabupaten.
Kesimpulan: Kepemimpinan ASSAMI dalam 300 hari pertama berhasil meletakkan “batu fondasi” yang kuat pada sektor infrastruktur dasar dan lingkungan. Jika ritme koordinasi pusat-daerah dan partisipasi publik ini terjaga, target Polewali Mandar yang Sehat, Cerdas, dan Maju bukan sekadar visi di atas kertas.








