“Triple Action” SIGAP IPM Mandar: Konvergensi Stunting dan ATS untuk Tekan Kemiskinan

oleh
oleh

MANDARNESIA.COM, Polewali — Staf Ahli Bupati Polewali Mandar Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Dr. Aco Musaddad HM, mengusulkan strategi holistik peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang menyasar dua akar persoalan daerah: stunting dan Anak Tidak Sekolah (ATS).

Menurut Dr. Aco Musaddad, gagasan itu diberi nama “6 Pilar SIGAP IPM Mandar”, sebuah model intervensi terintegrasi yang disebut sebagai Triple Action Holistik. Konsep ini dirancang agar program lintas sektor bisa bergerak serentak, mulai dari fase remaja hingga pendidikan tinggi, sebagai upaya memutus mata rantai kemiskinan.

“Peningkatan IPM tidak bisa dilakukan secara parsial. Harus ada sinergi lintas sektor yang mengawal siklus hidup manusia, dari remaja sampai perguruan tinggi,” kata Dr. Aco Musaddad HM dalam keterangannya, Kamis (5/2/2026) melalui WhatsApp kepada mandarnesia.com.

Ia menegaskan, kemiskinan dan kualitas SDM merupakan dua hal yang saling terkait. Karena itu, 6 Pilar SIGAP IPM Mandar diarahkan agar setiap tahap kehidupan warga Polewali Mandar mendapatkan intervensi yang tepat, terukur, dan inovatif.

“Masalah kemiskinan dan kualitas SDM adalah dua sisi mata uang yang sama. Melalui 6 Pilar SIGAP IPM ini, kita memastikan setiap tahap kehidupan warga Mandar mendapat intervensi yang tepat dan inovatif,” ujarnya.

6 Pilar SIGAP IPM Mandar: Dari Remaja hingga Kuliah

Dalam analisisnya, Dr. Aco Musaddad memaparkan enam pilar aksi yang saling terhubung:

1) Aksi Intervensi Remaja (PIK Remaja)

Inovasi: E-Curhat Mandar
Platform konseling sebaya berbasis aplikasi atau WhatsApp bot untuk edukasi gizi dan kesehatan reproduksi tanpa stigma.
Target: Mencegah anemia remaja putri sebagai langkah awal pencegahan stunting.

2) Aksi Pra Nikah

Inovasi: Sertifikat Layak Hamil
Syarat calon pengantin menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh serta kelas pola asuh sebelum akad atau pemberkatan.

3) Aksi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)

Inovasi: Dapur Sehat Mandar (DASHAT)
Edukasi pengolahan pangan lokal Mandar seperti ikan dan hasil bumi menjadi MP-ASI bergizi tinggi berbasis desa.

4) Aksi 0–6 Tahun (Bayi–PAUD/TK)

Inovasi: PAUD Holistik Integratif (HI) Mandar
Penggabungan layanan PAUD, Posyandu, dan Bina Keluarga Balita (BKB) dalam satu atap layanan.

5) Aksi Wajib Belajar 15 Tahun

(3 tahun PAUD/TK + 12 tahun SD–SMA/SMK)
Inovasi: Laskar Kembali Sekolah
Gerakan relawan jemput bola untuk mengembalikan ATS ke jalur formal maupun nonformal, termasuk Paket C.

6) Aksi Gerakan Kuliah

Inovasi: Beasiswa Mandar Tangguh
Kemitraan pembiayaan kuliah bagi keluarga kurang mampu namun berprestasi, untuk meningkatkan daya saing SDM.

Dorong OPD Bergerak Serentak

Dr. Aco Musaddad berharap model ini dapat menjadi acuan bagi pimpinan OPD dalam menyusun program kerja yang lebih sinkron, sekaligus mendukung pemenuhan Indikator Kinerja Utama (IKU).

Menurutnya, kunci keberhasilan program ini terletak pada kolaborasi antara Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Kemenag, hingga pemerintah desa.

“Jika keenam pilar ini berjalan serentak, kita tidak hanya menurunkan angka stunting dan ATS, tetapi kita sedang membangun fondasi ekonomi Mandar yang lebih kuat di masa depan,” pungkasnya. (Rls/WM)