Transformasi Kepramukaan dan Visi Indonesia Digital 2045

oleh
oleh

Sejumlah negara telah mengintegrasikan computational thinking dalam kurikulum kepramukaan mereka. Kita pun dapat mengintegrasikan program Digital Native, Nature Wise yang mengajarkan anak-anak menjadi native di dunia digital, namun tetap wise terhadap alam dan mengenalkan pendekatan cyber security.

Peserta didik dapat belajar dan mengadaptasi sesuai konteks lokalitas kita. Kekuatan Gerakan Pramuka justru terletak di sini, pada kearifan lokal yang kaya, yang bisa menjadi diferensiator dalam era global. Sebab Ready for Life bukan tagline futuristik tentang masa depan yang akan datang namun sesungguhnya realitas yang sudah dimulai hari ini.

Ketika peserta didik belajar memverifikasi informasi sebelum membagikannya, ia sedang berlatih menjadi Ready for Life. Setiap kali mereka belajar berempati dalam interaksi online, mereka sedang membangun karakter untuk masa depan. Transformasi kepramukaan di era digital bukan tentang meninggalkan nilai-nilai lama, tetapi tentang mengaplikasikannya dalam konteks baru.

Api unggun mungkin kini diterangi cahaya smartphone, tetapi kehangatan persahabatan yang terjalin tetap sama otentiknya. Lagu-lagu Pramuka mungkin tersimpan dalam playlist Spotify, tetapi semangat kebersamaan yang dibangkitkan tidaklah mengurangi. Dalam dunia yang berubah dengan kecepatan eksponensial, adaptability menjadi superpower.

Kepramukaan Indonesia, dengan kekayaan tradisi Sistem Among dan nilai-nilai Pancasila, memiliki posisi unik untuk menjadi leader dalam gerakan kepramukaan global di era digital. Bukan sebagai follower yang menyerap tren dari luar, tetapi sebagai inovator yang memberikan kontribusi otentik bagi dunia.

Kepramukaan menawarkan kita kesederhanaan nilai-nilai universal yang abadi. Di tengah era yang serba instan, Pembina tetap mengajarkan kesabaran dan ketekunan. Di tengah individualisme digital, gugus depan harus terus merayakan kekuatan kebersamaan. Jadi, hari ini bukan lagi tantangan untuk bersiap, tetapi tentang menjadi lebih siap. Ready for life dalam segala dimensi. (*)

 

Makassar, 19 Agustus 2025