Tangan yang Tidak Disentuh Api Neraka

Dr. Aco Musaddad HM | Kadis Kominfo SP Polewali Mandar dan Pengurus Dewan Mesjid Indonesia (DMI) Polewali Mandar.

PUJANGGA Jawa Ronggowarsito pernah mengatakan “Akan tiba saatnya jaman di sebut dengan Zaman Edan”.
Zaman Edan menurut Ronggowarsito adalah; “Masa krisis atau masa gelap yang ditandai dengan kemerosotan akhlak dan kesejahteraan rakyat”

Di tengah persaingan ekonomi yang begitu ketat, membuat banyak orang untuk memilih jalan pintas dan menghalalkan segala macam cara. Hal tersebut sudah diingatkan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari; “Akan tiba suatu zaman di mana orang tidak peduli lagi terhadap harta yang diperoleh, apakah ia halal atau haram.” (Al Hadits).

Era ini sudah kita temui saat ini, padahal Rasulullah SAW sangat memuliakan umatnya yang bekerja dengan jerih payahnya.
Dalam satu riwayat yang dikisahkan Sa’ad bin Mu’adz Al-Anshari, saat itu Rasulullah SAW baru pulang dari perang Tabuk .

Rasulullah SAW melihat seorang tukang batu sedang bekerja keras di gurun pasir pada siang hari di tengah terik matahari. Pekerjaan yang berat tersebut membuat tangan tukang batu itu menjadi melepuh, disebabkan terlalu kuatnya menggunakan palu dan sekop untuk memecahkan batu. Hal tersebut dia lakukan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan keluarganya di rumah.

Mengapa tanganmu? ” Bertanya Rasulullah kepadanya. “Tanganku begini karena palu dan sekop yang saya pergunakan untuk mencari nafkah bagi keluarga yang menjadi tanggunganku.”

Rasulullah SAW lalu mengambil tangan itu dan menciumnya, kemudian Beliau besabda, “Inilah tangan yang tak akan pernah disentuh oleh api neraka selama-lamanya.”

Tangan yang digunakan semata-mata berada di jalan Allah SWT serta jauh dari perbuatan haram. Itulah tangan seorang tukang batu, tangannya dicium oleh Rasulullah SAW.

Disadur dari berbagai sumber.