Sandiwara Sastra Raih Portcast Award 2021

Editor: Wahyudi Muslimin

Jakarta, mandarnesia.com– 9 Agustus 2021 – “Kami merasa sangat terhormat bahwa Sandiwara Sastra memperoleh penghargaan dalam Portcast Awards 2021 dengan berbagai kategori Drama Audio. Penghargaan ini merupakan bukti bahwa tim di Kemendikbudristek turut mewarnai ruang media baru dan juga mengangkat kembali kejayaan sastra Indonesia,” ucapnya di Jakarta, pada Minggu (8/8), ungkap Dirjen Kebudayaan, Kemendikbudristek, Hilmar Farid dalam rilis Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Senin, 9-Agustus 2021.

Apresiasi tersebut di atas prestasi Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dengan Yayasan Titimangsa dan KawanKawan Media menerima penghargaan Portcast Awards 2021 dalam kegiatan Sandiwara Sastra pada kategori Drama Audio Terpilih. Acara ini digelar oleh Portcast.id, sebuah media informasi harian yang membahas skenario siniar (podcast) di Indonesia dan pusat kegiatan pertama ekosistem podcast di Indonesia.

Ia mengapresiasi kinerja tim sandiwara sastra yang telah bekerja keras untuk mewujudkan capaian yang membanggakan..

Hilmar Farid menambahkan bahwa Sandiwara Sastra adalah langkah untuk mendekatkan khazanah sastra Indonesia kepada publik. “Di masa lalu, sandiwara audio yang disiarkan lewat radio sangat populer. Ketika muncul media audio visual dan media sosial, bentuk ini (sandiwara radio) mulai memudar popularitasnya. Tapi belakangan ada kebangkitan media audio seperti podcast,” ujar Hilmar.

Kemendikbudristek meluncurkan siniar Sandiwara Sastra sebagai bentuk inovasi dan bagian dari program Belajar dari Rumah di masa pandemi Covid-19. Alih wahana karya sastra Indonesia ke dalam medium audio ini ditujukan untuk memperkenalkan dan menghidupkan kembali karya-karya sastra Indonesia.

Portcast Awards 2021 merupakan sebuah apresiasi yang dimulai dari genapnya satu tahun perjalanan Portcast.id. Adanya ajang ini diharap dapat menjadi pemantik bagi tumbuhnya ekosistem siniar Indonesia di masa depan. Setelah mengikuti lebih dari 1.000 siniar dan mendengarkan lebih dari 2.370 episode, Portcast.id menyusun delapan kategori dan mengkurasi belasan kandidat untuk setiap kategorinya. Hasilnya, Sandiwara Sastra meraih salah satu kategori.

Portcast.id mengungkapkan bahwa Sandiwara Sastra merupakan salah satu pionir kehadiran drama audio dalam katalog siniar Indonesia. Menyimak episode-episodenya yang diadaptasi dan diarahkan oleh Gunawan Maryanto, siniar ini dinilai menjadi sebuah pengalaman yang sangat berharga di tengah keterbatasan dalam pandemi selama satu setengah tahun terakhir ini. Tata produksi dan pemeranan yang mengagumkan dalam setiap episodenya menjadi standar yang tinggi bagi judul-judul drama audio yang lahir hingga sekarang.

Sandiwara Sastra mendapat nilai sempurna dalam aspek tata produksi, kualitas suara, dan kualitas isi.  Gelaran seni ini dinilai efektif memperkenalkan karya-karya sastra terbaik kepada khalayak luas dengan melibatkan seniman dan aktor-aktor terbaik dalam setiap episode. Mereka yang terlibat mengisi Sandiwara Sastra berasal dari aktor dan aktris lintas generasi yang tak hanya berbakat, tetapi juga berdedikasi pada seni peran, aktif di panggung teater dan memiliki kemampuan akting yang mumpuni.

Mereka adalah Adinia Wirasti, Ario Bayu, Arswendy Bening Swara, Asmara Abigail, Atiqah Hasiholan, Chelsea Islan, Chicco Jerikho, Christine Hakim, Eva Celia, Happy Salma, Iqbaal Ramadhan, Jefri Nichol, Kevin Ardilova, Lukman Sardi, Lulu Tobing, Marsha Timothy, Mathias Muchus, Maudy Koesnaedi, Najwa Shihab, Nicholas Saputra, Nino Kayam, Oka Antara, Pevita Pearce, Reza Rahadian, Rio Dewanto, Tara Basro, Vino G. Bastian dan Widi Mulia.

Alih wahana karya sastra ini diproduseri oleh aktris film dan teater Happy Salma dan produser film Yulia Evina Bhara. Disutradarai oleh sutradara teater, aktor film, Gunawan Maryanto, Sandiwara Sastra dilengkapi dengan tata musik dan suara yang membuat alih wahana karya sastra semakin dapat dipahami maknanya. Sandiwara Sastra tayang perdana pada 8 Juli 2020 pukul 17.00 melalui siniar audio @budayakita.

Sumber: Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
Sekretaris Jenderal
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi