Pemkab Polman Jadikan Masjid Merdeka Wonomulyo Pilot Project Pengkaderan Ulama Berbasis Ekonomi Umat

oleh
oleh

MANDARNESIA.COM, Wonomulyo – Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar mendorong Masjid Merdeka Wonomulyo menjadi pusat pengkaderan ulama mandiri berjiwa bisnis di Sulawesi Barat. Gagasan ini disampaikan dalam peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang digelar di Masjid Merdeka, Sabtu malam (31/1/2026).

Hadir mewakili Bupati Polewali Mandar, Staf Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Dr. Aco Musaddad HM menyampaikan bahwa momentum Isra’ Mi’raj tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa spiritual, tetapi juga sebagai refleksi pembangunan sumber daya manusia yang unggul secara keagamaan sekaligus mandiri secara ekonomi.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan pada kesempatan tersebut, ditegaskan bahwa Polewali Mandar memiliki sejarah panjang sebagai tanah lahir para ulama besar, seperti K.H. Muhammad Tahir atau Imam Lapeo dan K.H. Daeng. Warisan keulamaan itu, kata dia, harus terus dilanjutkan dengan pendekatan yang relevan dengan tantangan zaman.

“Generasi ulama ke depan tidak cukup hanya menguasai ilmu-ilmu keislaman klasik. Mereka juga harus memiliki jiwa kewirausahaan, sebagaimana Rasulullah SAW yang dikenal sebagai pedagang yang jujur dan mandiri,” ujar Aco Musaddad, Staf Ahli saat membacakan sambutan Bupati.

Menurutnya, ulama yang mandiri secara ekonomi akan memiliki kebebasan dan marwah dalam menyampaikan dakwah, serta mampu menjadi motor penggerak kemandirian umat di tengah dinamika sosial dan ekonomi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar mendorong Masjid Merdeka Wonomulyo untuk dikembangkan sebagai pilot project pusat pengkaderan ulama di Sulawesi Barat. Konsep ini dirancang berbasis tiga pilar utama, yakni penguatan pendidikan literasi Islam melalui pendalaman kitab kuning dan ilmu alat, pengembangan kemandirian ekonomi berbasis inkubasi usaha santri, serta pembentukan kepemimpinan umat yang responsif terhadap persoalan sosial kemasyarakatan.

“Masjid tidak boleh hanya megah secara fisik. Ia harus menjadi pusat peradaban, tempat lahirnya intelektual muslim yang moderat, produktif, dan mampu memberi solusi bagi umat,” lanjutnya.

Melalui penguatan peran Masjid Merdeka, Pemerintah Daerah berharap Wonomulyo dapat tumbuh sebagai pusat pengkaderan ulama yang tidak hanya alim dalam ilmu agama, tetapi juga tangguh dan mandiri dalam aspek ekonomi.

Kegiatan peringatan Isra’ Mi’raj ini berlangsung khidmat dan dihadiri para alim ulama, pengurus Yayasan Masjid Merdeka, tokoh masyarakat, serta jemaah yang antusias menyambut visi baru pengembangan masjid sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan umat di Tanah Mandar. (Rls/WM)