MANDARNESIA.COM, Makassar — Menindaklanjuti perjanjian kerja sama antara Fakultas Adab UIN Raden Intan Lampung dan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Makassar (UNM), keduanya menggelar webinar nasional diskusi buku Historia Magistra Vitae karya Dr. Abd. Rahman Hamid, Senin (16/3/2026).
Kerja sama akademik ini sebelumnya diawali dengan diskusi buku Makassar Mendunia karya Abd. Rahman Hamid yang dilaksanakan secara luring di Makassar pada 21 Agustus 2025.
Diskusi buku Historia Magistra Vitae kali ini menjadi yang kedua, setelah sebelumnya digelar secara daring oleh Jurusan Ilmu Sejarah Universitas Sumatera Utara (USU) pada 11 Maret 2026.
Inisiatif kegiatan ini datang dari Koordinator Program Studi Pendidikan Sejarah UNM, Bustan, M.Pd, yang kemudian mendapat respons positif dari Ketua Program Studi Sejarah Peradaban Islam UIN Lampung—yang juga penulis buku—serta Penerbit Pustaka Larasan Bali.
Dalam sambutannya, Bustan mengapresiasi kehadiran buku karya Abd. Rahman Hamid tersebut. Ia menilai buku ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan kajian sejarah di Indonesia.
“Buku ini dapat menjadi referensi bagi pengajar sejarah, mahasiswa, maupun masyarakat yang memiliki minat terhadap studi sejarah,” ujarnya.
Webinar ini dibuka secara resmi oleh Ketua Jurusan Pendidikan Sejarah dan Pendidikan IPS FISH UNM, Dr. Hasni, M.Pd. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi penerbitan buku tersebut serta menyampaikan terima kasih kepada penulis atas kesediaannya berbagi pengetahuan dengan civitas akademika dan para alumni sejarah UNM.
Acara dipandu oleh Dr. Rifal, M.Hum, dosen muda UNM, dengan menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Patahuddin, M.Pd (dosen senior Pendidikan Sejarah UNM) dan Nafsar, S.Pd., M.Pd (guru sejarah di SMAN 9 Gowa, Sulawesi Selatan).
Dalam buku Historia Magistra Vitae, Abd. Rahman Hamid menghadirkan refleksi kritis tentang pengalaman hidup berbangsa dan bernegara. Berbagai tema dibahas, mulai dari perjuangan kaum muda, dinamika Pancasila, makna kemerdekaan, kepahlawanan, wacana kemaritiman, dinamika kebudayaan, hingga mozaik sejarah Indonesia.
Buku ini dikemas dengan gaya populer agar mudah diakses oleh pembaca luas sekaligus menjadi refleksi atas perjalanan sejarah bangsa dan respons terhadap berbagai dinamika kekinian.
“Tidak ada kejadian tanpa sebab di masa lalu. Karena itu, sejarah menjadi sumber inspirasi bagi kehidupan kita ke depan,” ujar Hamid dalam presentasinya.
Webinar tersebut diikuti oleh 118 peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa, guru, hingga pemerhati sejarah dari berbagai daerah di Indonesia. (Rls/WM)











