MANDARNESIA.COM, Campalagian — Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 yang dirayakan tanggal 5 Juni setiap tahunnya,KPA Kalpataru Sulbar adakan kegiatan penanaman mangrove di Gonda Mangrove Park, Desa Laliko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Minggu (22/6/2025).
Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif dari SISPALA (Siswa Pecinta Alam), organisasi intra dan ekstra kurikuler dari beberapa sekolah dan para pemerhati lingkungan, sebagai bentuk nyata kepedulian generasi muda terhadap pelestarian ekosistem pesisir dan penguatan peran pemuda dalam menjaga keberlanjutan bumi.
Beberapa sekolah yang terlibat pada kegiatan yaitu SMK Labuang, SMK Campalagian, SMA 1 Wonomulyo, SMK Cipta Insani, SMA 1 Campalagian, SMK Bulo selama dua hari yaitu tanggal 21-22 Juni 2025.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua Komisi Informasi Sulawesi barat. Muhammad Ikbal menyampaikan dalam sambutannya pentingnya melestarikan lingkungan, pelibatan generasi muda akan membantu kerja pemerintah dalam bahasan isu lingkungan.
Sebelum melakukan agenda penanaman, terlebih dahulu dilaksanakan workshop lingkungan oleh pemateri Naim Irmayani selalu Aktivis Perempuan dan Akademisi, Muhsin R Ketua KNTI Polman dan Ashari Sarmidi selaku Owner Gonda Mangrove Park.
“Peran perempuan tidak bisa lepas dari lingkungan, relasi historis perempuan telah mendarah daging dalam kehidupan,sejak dulu perempuan selalu berperan dalam kegiatan yang berhubungan dengan lingkungan, makanya pada kerusakan lingkungan perempuan paling terdampak. Kerusakan lingkungan memperburuk ketimpangan gender yang sudah ada, maka dari itu penting melibatkan perempuan dalam setiap keputusan dan pengambilan kebijakan terkait lingkungan,” ujar Naim Irmayani dalam paparannya.
Kegiatan ini bekerjasama dengan program Nusantara Fund, Walhi, dan sekolah tingkat SMA terus menjaga alam untuk masa depan yang hijau. Harapannya akan banyak ruang-ruang baru untuk pembahasan isu lingkungan agar bumi tetap lestari.
Kegiatan ditutup dengan aksi penanaman mangrove di pesisir pantai Gonda yang diharapkan akan menjadi pelindung bagi masyarakat pesisir dari abrasi dan menghidupkan kembali ekosistem yang ada. (Rls/WM)