Belajar Jurnalistik dan Bisnis Digital

oleh

Netizen: Agung Hidayat Mansur

KUNINGAN, mandarnesia.com – Kampus Institut Teknologi Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Polewali Mandar, Sulawesi Barat yang berada di bilangan Kuningan, Desa Sumberjo Wonomulyo, Sabtu (16/4/2022) menggelar Workshop Jurnalistik dan Fotografi.

Dua pemateri dihadirkan, Adi Arwan Alimin mentor menulis dan Muhammad Yusri jurnalis Liputan6.com. Workshop ini berisi materi utama mengenai Jurnalistik Dasar dan Teknik Fotografi secara khusus. Adi Arwan mengantar materi Jurnaslitik Dasar sedang Yusri memaparkan metode fotografi untuk media massa.

Rektor ITBM, Ir. Nursahdi, SM. ST. M.Si, memandang bahwa program yang dibesut Lembaga Pers Mahasiswa Muhammadiyah ini memiliki arti penting bagi pengembangan kompetensi mahasiswa di kampusnya. ITBM Kuningan ini memiliki jurusan amat relevan yakni Bisnis Digital dan Kewirausahaan.  

Setelah menerima materi dari narasumber yang digelar panel, 21 peserta kemudian banyak berdialog mengenai standar penulisan berita, pengembangan 5W1H, dan teknik wawancara untuk penulisan berita yang lebih dalam.

“Wawancara merupakan sebuah metode yang memerlukan keterampilan tinggi wartawan untuk menggali pengetahuan dan informasi dari narasumber. Makin banyak detail yang dikumpulkan seorang wartawan akan memungkinkannya mengembangkan draf berita, sehingga akan memuaskan daya ingin tahu khalayak,” kata Adi Arwan mantan Redaktur Pelaksana Harian Sulbar, di sela diskusi bersama peserta.  

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Barat ini juga menekankan peluang yang dimiliki mahasiswa untuk mengembangkan diri dalam dunia jurnalistik.

“Bagaiamana pun media arus utama atau mainstream itu berbeda dengan media sosial. Untuk pengembangan diri, dan media, setiap wartawan mesti terus mengasah keterampilan dan analisisnya atau karya jurnalistiknya berbeda dari sisi kualitas dan validitas,” imbuh Adi Arwan.   

Yusri pun berharap empati wartawan atau calon jurnalis dari Lapersma ITBM ini terus dijaga menurut kaidah jurnalistik. “Tidak semua foto memiliki nilai jurnalistik yang baik, itulah sebabnya peran redaksi amat menentukan sebelum sebuah gambar ditampilkan ke publik,” ujar Yusri yang menerima Kalpataru dari Pemerintah atas jasanya dalam pelestarian penyu. 

Dayat pengurus Lapersma ITBM mengemukakan optimisme bahwa pers kampus yang dikelola bersama rekan mahasiswa itu akan dapat eksis mengikuti perkembangan informasi teknologi, khususnya tantangan industri media masa depan. Workshop sehari ini berakhir jelang waktu berbuka puasa. (*)