80 Tahun Merdeka: Merawat Laut, Merawat Kemerdekaan

Oleh: Putra Ardiansyah, Founder Laut Biru

80 tahun Indonesia merdeka bukan sekadar angka. Ia adalah perjalanan panjang sebuah bangsa yang terus berjuang agar benar-benar bebas: bebas dari penjajahan, bebas dari kemiskinan, bebas dari ketidakadilan, dan bebas dari kerusakan yang mengancam masa depan.

Bagi saya, kemerdekaan hari ini tidak lagi hanya soal mengibarkan bendera setiap 17 Agustus, melainkan tentang menjaga rumah besar bernama Indonesia agar tetap lestari. Sebagai anak bangsa yang tumbuh di pesisir, saya percaya laut adalah bagian penting dari kemerdekaan itu sendiri. Laut memberi makan jutaan rakyat, menghubungkan pulau-pulau, dan menyimpan harapan besar untuk masa depan. Namun, laut kita kini sedang terluka: tercemar sampah, terancam kerakusan, dan kehilangan banyak kehidupannya.

Refleksi kemerdekaan ke-80 ini saya maknai sebagai panggilan: melanjutkan perjuangan para pendiri bangsa dengan cara kita masing-masing. Kalau dulu mereka berjuang dengan bambu runcing, maka hari ini kita berjuang dengan aksi nyata menjaga lingkungan—menanam mangrove, menyelamatkan penyu, merawat terumbu karang, dan mengurangi sampah plastik.

Kemerdekaan adalah keberanian untuk bertanggung jawab, bukan hanya pada diri sendiri, tapi juga pada generasi setelah kita. Semoga momentum 80 tahun Indonesia merdeka membuat kita semakin sadar, bahwa mencintai negeri ini berarti juga mencintai lautnya, hutannya, sungainya, udaranya, dan semua kehidupan di dalamnya.

Laut yang biru, bumi yang hijau, udara yang bersih—itulah wajah sejati Indonesia yang merdeka.