Tanoura, Tarian Sufisme Turki Abad ke-13

oleh

VAO Network, mandarnesia.com–Tarian tradisional ini, yang kerap ditampilkan untuk menghibur para wisatawan di Mesir, biasanya dipertunjukkan oleh kaum lelaki.

Sebelum mendalami Tanoura, Hanaa kerap bertanya-tanya mengapa tarian ini ditampilkan secara eksklusif oleh lelaki. Ia mengemukakan,”Saya ingin mencoba tarian ini. Saya bertanya-tanya, apakah ada alasan perempuan tidak menarikan Tanoura? Sewaktu saya mencobanya, saya mendapati tak ada sesuatu yang membuat perempuan sulit melakukannya, kecuali bahwa kita harus tekun dan mencintai Tanoura.”

Di luar ruang tempatnya menari di sebuah restoran apung, Hanaa melantunkan beberapa ayat Quran sebelum ia tampil.

Selain mendengarkan musik dan meditasi keagamaan, tarian berputar-putar ini merupakan bagian dari ritual, doa dan pujian bagi Tuhan.Gerakan berputar-putar penari menciptakan sebuah titik pusat yang melambangkan Tuhan.

Tanoura secara historis terkait dengan sufisme Turki pada abad ke-13. Tidak banyak yang tersisa dari tarian otentik sufi yang serius ini. Tetapi apa yang tersisa sekarang ini adalah sebuah pertunjukan hiburan bagi para wisatawan yang mengunjungi Mesir dari seluruh dunia.

Sepanjang tarian Tanoura, para penari mengenakan jubah lebar warna-warni sewaktu mereka berputar berkali-kali untuk menghibur para penonton.

Hanaa membuat tarian ini terlihat mudah sewaktu ia dengan anggun menampilkan tarian itu, padahal rok Tanoura yang ia kenakan beratnya dapat mencapai 18 kilogram.Ia bergabung dengan kelompok tari rakyat ini ketika berusia enam tahun. Pada awalnya ia tidak mendapat dukungan sama sekali untuk menari.Para anggota lelaki menolak membantunya. Ia lalu berlatih sendiri selama dua tahun.

Hanaa akhirnya mendapat bantuan dari Sherif Sheko Mostafa, juga seorang penari Tanoura, yang kemudian menjadi suaminya.Sherif mengajari Hanaa semua teknik yang tepat. Ia mengatakan,”Reaksi panitia penyelenggara acara adalah mereka selalu mengajukan begitu banyak pertanyaan. ‘Akankah ia tampil baik? Dia kan perempuan, akankah ia mampu menari 20 menit penuh? Mampukah ia menghibur hadirin?’ Jadi saya biasanya mengatakan, saya akan perlihatkan sesuatu yang belum pernah Anda saksikan.”

Baca Juga:  Kisah Zulfajrin Asal Ulumanda Peraih Beasiswa di Turki

Hanaa, yang pertama kali tampil di hadapan hadirin ketika sedang hamil tujuh bulan, berharap dapat mengajari lebih banyak lagi perempuan untuk menampilkan tarian Tanoura.

Ia berharap kelak mendapat kesempatan untuk mendirikan kelompok tari rakyat yang seluruh anggotanya adalah perempuan.[uh/lj]

Adv.