Soal RS Pratama Malunda, Bupati: Nanti Kita Tinjau

oleh
Area RS Pratama Malunda Sebaiknya Ditinjau -
Inilah Rencana Pembangunan RS Rujukan Pratama di Kecamatan Malunda, yang mendapat penolakan warga. Foto Busriadi

MAJENE-Rencana pembangunan area Rumah Sakit (RS) Pratama Malunda, Kecamatan Malunda, beberapa hari yang lalu mendapat penolakan warga, ditanggapi langsung Bupati Majene Fahmi Massiara.

Menurut Fahmi, bahwa harusnya area pembangunan RS Pratama Malunda lebih bagus jika berada di pinggir Poros Majene-Mamuju, yang penting tidak rawan terkena dampak banjir.

“Memang bagus kalau pinggir jalan. Nanti kita tinjau dulu, kan ada timnya. Kalau sudah layak baru dibayar. Penentu harga juga dari tim independen. Pokoknya yang mana saja (Tempatnya, red), kalau misalnya lokasinya itu rawan banjir ditimbun sedikit menjadi aman, itu juga sudah bisa, kalau misalnya itu masih dalam tingkat toleransi ya,” kata Fahmi, usai membuka Pembinaan Karang Taruna se-Kabupaten Majene, di salah satu penginapan di Majene, baru-baru ini.

“Karena ini kan konsekuensinya APBD untuk membayar, jadi kita sementrara urus ke pusat golnya ini barang. Kalau sudah gol dibayar ini lokasi. Mungkin ada dua tiga tempat nanti ditinjau,” tambah Fahmi.

Sebelumnya, Muh. Jabir, salah satu warga Desa Lombong menegaskan, tidak sependapat rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene membangun RS Pratama, jika penempatannya rawan banjir.

“Kami tidak cocok kalau di sini (Dekat sungai deking, red). Karena dulu tahun 1957 sampai 1964, di sini tengah-tegah sungai deking. Jadi bisa dipastikan kalau meluap sungai deking pasti rumah sakit akan terkena dampak banjir,” tegas Jabir di kediamannya, belum lama ini.

Menurut salah satu tokoh masyarakat ini, letak pembangunan RS di lokasi yang tidak rawan dilanda banjir, misalnya daerah perbukitan atau daerah pegunungan.

“Bagusnya sisi kiri ketika masuk di Mosso karena daerah pegunungan. Atau di daerah Banua jalanan tembus ke Pettabeang, itu lebih bagus, karena daerah pegunungan semua. Jangan di tempat yang rawan banjir. Harusnya tokoh masyarakat di Malunda juga bertindak untuk menolak, jangan hanya diam,” tegasnya lagi.

Sementara itu, Camat Malunda Dr. Ahmad S mengaku, beberapa bulan lalu pihak Pemkab Majene sudah meninjau lokasi rencana pembangunan RS Rujukan tersebut. Letak lokasinya di Kelurahan Malunda pinggir sungai deking.

“Persoalannya itu lokasi yang kita siapkan 2 hektare. Memang beberapa bulan lalu Kabag Pemerintahan (Majene, red) baru ditinjau. Menurut beliau lokasinya bagus. Tapi inikan belum positif di situ. Kalau toh ada tempat-tempat lain memungkinkan bisa (Dipindah, red). Inikan sekarang hanya baru cari-cari di mana lahan yang cocok,” kata Ahmad.

#BusriadiBustamin