PIFAF: Titian Muhibah Tanah Mandar

oleh
PIFAF: Titian Muhibah Tanah Mandar -

Oleh: Wahyudi Muslimin

HUJAN masih menyisakan gerimis Jumat malam. Lantai lapangan basket sport centre Polewali pun di sana-sini disapu genangan air. Tiga buah regeng besar tampak kokoh meski belum utuh sebagai panggung pementasan.

Belasan pekerja tengah menyiapkan panggung pementas. Di atas stan dari rangka berukuran tak biasa terlihat sesosok perempuan duduk di kursi plastik. Angin malam yang berhembus menyisakan suaranya dalam nada flu.

Ia memegang handphone sambil merapatkan tudung di kepalanya, seraya berbincang dengan beberapa staf Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Polewali Mandar. Beberapa kali terdengar kalimat darinya yang ingin memastikan persiapan agenda bertaraf internasional tak meninggalkan cela.

[perfectpullquote align=”full” cite=”” link=”” color=”” class=”” size=””]Kesibukan di sport centre itu selalu dalam pengawasan sosok berkacamata ini. Ia tak lain, Hajja Andi Nursami Masdar. Kepala Dispop yang tak sedikit pun merasa canggung berada di tengah-tengah pekerja dan stafnya.[/perfectpullquote]

Puang Sami, ia akrab disapa demikian, kadang baru pulang jam satu dini hari dari panggung utama. Kehadirannya seolah bara bagi semua pendukung pergelaran level tinggi ini. Kita tentu jarang melihat pimpinan instansi yang membaur seperti itu.

26 Juli kemarin, agenda pendahuluan Polewali Mandar International Folk and Art Festival (PIFAF) secara resmi dibuka Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar. Even ini hanya digelar di empat kabupaten/kota di Indonesia. Yakni, Surabaya, Erau Kaltim, Semarang dan Polewali Mandar.

Acara puncaknya akan dimulai tanggal 1 Agustus 2017. Agenda PIFAF berlangsung selama lima hari. Jumat malam, tim AISEC kebudayaan dalam perjalanan ke Polewali. Kamis siang, tim AISEC kesehatan dan maritim telah meninggalkan jazirah Tipalayo.

Malam makin gulita. Namun kesibukan di Sport Centre Polewali masih berjalan. Titian muhibah yang melibatkan tiga benua, yakni Eropa, Asia dan Afrika memang disiapkan demikian matang. Sebuah jembatan persahabatan antarnegara yang akan menjadi peta kebudayaan, dan tujuan tak ternilai di masa datang.

Selamat datang tetamu antarbangsa: Finlandia, Cina, India, Malaysia, Korea Selatan, Thailand, Spanyol, Vietnam, Maroko, Portugal, Prancis, Hongkong, dan Ukraina. Tim Indonesia diwakili Sanggar Nusantara Yogyakarta, kelompok ini terdiri dari mahasiswa berbagai provinsi.(*)

Adv.