Orientasi Kepramukaan untuk “Brotherhood” Gudep Wildan Mamuju

Foto: Rahmat Sopyhan

MANDARNESIA.COM, Mamuju — Gugus depan disingkat Gudep suatu kesatuan organik terdepan dalam Gerakan Pramuka yang merupakan wadah menghimpun anggota Pramuka dalam penyelenggaraan kepramukaan. Serta sebagai ruang pengabdian dan pembinaan bagi anggota muda dan anggota dewasa muda.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Pembahasan urgensi gugus depan itu mengemuka dalam Orientasi Kepramukaan bagi Orang Tua Peserta Didik Gudep 04.065 Kwarcab Mamuju, Sulawesi Barat. Agenda yang menjadi rangkaian Perkemahan Sabtu Ahad (Persahad) ini digelar 26 Agustus 2023, mengundang Kepala Pusdiklat Kwarda Sulbar, Adi Arwan Alimin sebagai narasumber.

Dalam suasana yang dikemas santai di halaman sekolah putra Wildan, puluhan orang tua Penggalang Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Wildan hadir. Undangan pun terpisah dalam skema satuan terpisah layaknya sistem dalam Gerakan Pramuka.

Adi Arwan menyebut penyelenggaraan kepramukaan di gugus depan diatur dalam keputusan Kwartir Nasional Nomor 231 tahun 2007, dan regulasi UU Gerakan Pramuka Nomor 12 tahun 2010.

“Kepramukaan bagi peserta didik bukanlah pelajaran mengenai buku-buku teks sebagaimana aktivitas mereka di pendidikan formal. Namun wadah nonformal terbesar di dunia ini ingin menjangkau kualitas wawasan, pengalaman, kecakapan hidup, dan pendidikan pekerti lebih luas,” urai Adi Arwan alumni KPL Pusdiklatnas tahun 2015 ini.

Dia berharap agar gugus Depan Wildan Mamuju ke depan sebaiknya menguatkan nilai-nilai persaudaraan, dan meningkatkan materi kecakapan hidup yang dapat diperoleh peserta didik dari latihan dalam kepramukaan.

“Anak-anak kita ini sedang berada dalam era global yang mensyaratkan kekuatan jaringan, algoritma, dan komputasi kinerja tinggi. Gerakan Pramuka menyuguhkan kecakapan-kecakapan khusus yang dapat mereka peroleh melalui latihan berkesinambungan. Metodenya sudah ada, ini hanya memerlukan latihan berkala yang kontinyu,” tambah Adi Arwan.

Dia juga menyebut di Kepramukaan dikenal istilah Persaudaraan atau “Brotherhood” Pramuka yang dapat menjadi kunci sukses masa depan peserta didik. “Regu yang mengumpulkan mereka hari ini, mungkin itu terlihat sederhana tetapi dari titik inilah anak-anak kita akan memulai nilai-nilai universal mengenai kerja sama, saling membantu dan menghargai.¬†Ini momentum ‘Learning by doing’ atau belajar sambil melakukan.”

Ketua Mabigus 04.065 -04.066 Rahmat, S.Pd. menyebut Orientasi Kepramukaan yang dilaksanakan Gudep Wildan Mamuju bertujuan untuk lebih mendekatkan hubungan emosional antara sekolah sebagai pangkalan gudep dan orang tua peserta didik.

“Dari Orientasi ini kami sangat berharap peran serta orang tua peserta makin meningkat seiring visi dan misi dalam pembentukan karakter peserta didik di Wildan yang Religius dan Unggul,” sebut Rahmat yang memandu pertemuan agenda Sabtu malam itu.

Ketua Yayasan Pesantren Wildan Mamuju, ustadz Amiruddin juga hadir memberi sambutan dan apresiasi pada pelaksanaan Persahad ini. Hal menarik tampak Sabtu malam, kudapan berupa pisang goreng bagi orang tua yang menghadiri acara ini disiapkan oleh tiap-tiap regu. Tetamu juga dijamu wedang jahe atau saraqba.

“Gudep Wildan menekankan kemandirian peserta untuk menyiapkan sendiri menu makan siang hingga sarapan selama Persahad. Aktivitas itu dikerjakan melalui sistem korve secara bergilir,” tambah Rahmat alumni Unsulbar tahun 2015 ini.

Persahad diikuti 116 anggota Pramuka Penggalang SD. Wildan sendiri memiliki pangkalan Penggalang kelas SMP, dan putri yang tergabung dalam Gudep 04.066. Secara berkala gugus depan Wildan aktif melakukan latihan berkala dan perkemahan besar secara internal. (*)