OIAA Sulbar Halal Bihalal di Pesantren Al-Ikhlash Lampoko

oleh

Laporan: Wahyudi

LAMPOKO, mandarnesia.com — Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Sulawesi Barat sukses menggelar acara Halal Bihalal di Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash Lampoko, Rabu, (4/5/2022).

Kegiatan silaturahmi dalam momentum Syawal ini, menjadi bagian dari konsolidasi internal OIAA Sulbar pasca terbentuknya kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Ust. Fachri Tajuddin, Lc,MA.

Sejumlah tokoh, ulama dan cendekiawan muslim Mandar hadir dalam acara ini, antara lain Prof. KH. Dr. Nafis Djuani, MA, Ketua MUI Provinsi Sulawesi Barat. Dalam sambutannya di hadapan belasan alumni Al-Azhar, Kiai Nafis menekankan pentingnya dakwah wasatiyah (moderasi) di tengah masyarakat khususnya di tanah Mandar yang dikenal kental dengan budaya lokalnya.

“Eksistensi OIAA Sulbar akan sangat diperhitungkan di masa mendatang sebagai upaya berkelanjutan dalam menebar kedamaian dakwah Islam di Indonesia.”

“Dakwah itu mengajak bukan mengejek, dakwah itu mendamaikan bukan meresahkan” jelas Kiai Nafis Guru Besar di bidang sastra dan Bahasa Arab ini.

Dipilihnya Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash sebagai tuan rumah penyelenggaraan Halal Bihalal OIAA Sulbar, dengan sejumlah pertimbangan. Selain kemudahan akses karena letaknya yang strategis berada di pinggir jalan provinsi, Pesantren yang didirikan oleh H. Zikir Sewai ini, saat ini dipimpin oleh Ust. Ihsan Zainuddin, Lc, Dipl yang juga merupakan jebolan Al-Azhar Kairo Mesir.

“Suatu kehormatan besar, Pondok Pesantren Al-Ikhlash dikunjungi oleh para ulama, guru, senior alumni Universitas Al-Azhar,” jelas Ihsan dalam sambutannya.

OIAA Sulawesi Barat menginduk ke OIAA Pusat yang diketuai oleh Dr. TGB Muhammad Zainul Majdi, peraih gelar Doktoral ilmu tafsir dari Universitas Al-Azhar. Adapun OIAA Indonesia merupakan bagian dari The Word Organization For Al-Azhar Graduation yang berpusat di Kairo-Mesir.

Ulama dan tokoh nasional itu dijadwalkan akan melakukan lawatan ke OIAA Sulbar pada Okotber mendatang untuk mengukuhkan kepengurusan OIAA Sulbar. (*)