Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.

Mogok, Ini Tuntutan Komite Medik Regional Sulbar

MAMUJU – Komite medik RSUD Provinsi Sulawesi Barat melayangkan pernyataan menolak melayani pasien baru yang masuk berobat ke rumah sakit.

Hal ini dilayangkan setelah Komite Medik yang terdiri dari dokter spesialis, dokter gigi, dokter umum RSUD Sulbar karena dinilai tidak optimalnya dalam memberikan pelayanan.

Dalam isi surat tersebut, Komite Medik mengatakan:

1. Tidak akan melakukan pelayanan, hingga obat, Bahan Habis Pakai (BHP), fasilitas penunjuang laboratorium, radiologi, dan alat serta perawatan ruang operasi tersedia kembali di rumah sakit.

2. Pelayanan IGD tetap akan diadakan untuk kasus-kasus emergensi. Pasien yang masuk melalui IGD akan dilayani dan distabilkan terlebih dahulu, selanjutnya akan dialihkan ke RS lain untuk penanganan lebih lanjut.

3. Pasien yang masih dalam perawatan di ruang rawat inap akan tetap mendapatkan pelayanan sebagaimana mestinya sehingga pasien mampu berobat jalan.

4. Komite Medik juga meminta maaf kepada seluruh masyarakat atas pelayanaan yang tidak maksimal. Termasuk keluarga pasien yang harus membeli obat-obatan dan pemeriksaan laboratorium di luar RS maupun pasien yang harus dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap karena tidak optimalnya kondisi RSUD Sulbar.

5. Pelayanan dihentikan sementara adalah solusi terakhir yang ditempuh setelah melakukan berbagai usaha dan meminta kepada bagian managemen RS untuk permintaan pengadaan obat dan BHap hingga menemui pihak Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.

6. Kepada pihak manajemen RS beserta staf nonfungsional, ini dilakukan sebagai perwujudan kepedulian terhadap perbaikan RSUD, supaya sistem manajerial di RSUD menjadi lebih baik. Dan meminta kepada direktur untuk memundurkan diri dari jabatan karena gagal dalam mengelola RS yang berdampak kepada menurunnya pelayanan kesehatan masyarakat.

Salah satu keluarga pasien yang dirawat di rumah sakit regional yang menolak namanya disebutkan, mengatakan, pihak rumah sakit kehabisan obat.

“Kita disuruh beli obat di luar dan berjanji uang akan diganti, ternyata tidak diganti juga,” ungkapnya.

Sementara itu pihak rumah sakit berjanji akan menemui wartawan setelah selesai melaksanakan sholat Jumat.

#SudirmanSyarif

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: