Menagih Janji Pancasila

by

Penulis: Zulkarnain Hasanuddin, S.E.,M.M (Akademisi/Writers)

Refleksi Hari Lahir 1 Juni dalam Realitas Indonesia hari ini

Peringatan Hari Lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni sejatinya bukan hanya seremoni yang digelar setiap tahun, atau ritual kenegaraan yang dipenuhi pidato formalitas. Momentum ini seharusnya menjadi ruang refleksi kebangsaan untuk menilai kembali sejauh mana nilai-nilai Pancasila benar-benar hadir dalam praktik kehidupan berbangsa dan bernegara.

Di tengah kompleksitas persoalan ekonomi, politik, hukum, dan sosial yang dihadapi Indonesia hari ini, apakah Pancasila masih relevan untuk dijadikan fondasi moral dan arah pembangunan bangsa?
Dalam bidang ekonomi, Indonesia masih menghadapi ketimpangan sosial yang cukup serius. Pertumbuhan ekonomi yang sering dipuji dalam angka statistik belum sepenuhnya menghadirkan kesejahteraan merata bagi rakyat kecil.

Harga kebutuhan pokok terus mengalami kenaikan, lapangan kerja semakin kompetitif, dan daya beli masyarakat mengalami tekanan akibat ketidakstabilan ekonomi global maupun domestik. Nilai-nilai sila kelima, “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia,” tampak belum sepenuhnya diwujudkan dalam kebijakan ekonomi nasional. Pancasila sesungguhnya mengajarkan ekonomi yang berorientasi pada keseimbangan antara pertumbuhan dan pemerataan, bukan ekonomi yang hanya menguntungkan kelompok tertentu sementara masyarakat kecil terus terpinggirkan.

Di bidang politik, demokrasi Indonesia juga menghadapi tantangan serius. Politik identitas, pragmatisme kekuasaan, polarisasi masyarakat, serta rendahnya kualitas etika politik menunjukkan bahwa demokrasi kita sering kehilangan ruh Pancasila. Politik hari ini cenderung menjadi arena perebutan kepentingan elit dibanding ruang pengabdian untuk rakyat.

Padahal, sila keempat menekankan pentingnya musyawarah, hikmat kebijaksanaan, dan kepentingan bersama di atas kepentingan golongan. Ketika politik hanya dipenuhi ambisi kekuasaan tanpa moralitas kebangsaan, maka demokrasi akan kehilangan arah dan rakyat menjadi korban dari pertarungan kepentingan tersebut.

Sementara itu, dalam aspek hukum, masyarakat masih sering menyaksikan ketimpangan keadilan. Hukum terkadang tampak tajam kepada rakyat kecil tetapi tumpul terhadap pemilik kekuasaan dan modal. Kasus korupsi yang terus berulang memperlihatkan bahwa krisis terbesar bangsa ini bukan hanya persoalan regulasi, tetapi krisis moralitas dan integritas.

Padahal Pancasila menempatkan nilai kemanusiaan dan keadilan sebagai dasar utama kehidupan bernegara. Penegakan hukum yang berkeadilan seharusnya tidak tunduk pada tekanan politik maupun kekuatan ekonomi, tetapi berdiri di atas prinsip moral dan keberpihakan terhadap kebenaran.

Dalam kehidupan sosial, Indonesia juga sedang menghadapi tantangan lunturnya solidaritas kebangsaan. Masyarakat semakin mudah terpecah oleh perbedaan politik, agama, suku, bahkan perbedaan pilihan di media sosial. Ruang digital yang semestinya menjadi sarana edukasi justru sering dipenuhi ujaran kebencian, hoaks, dan konflik identitas.

Padahal sila ketiga, “Persatuan Indonesia,” mengajarkan bahwa keberagaman bukan ancaman, melainkan kekuatan bangsa. Indonesia dibangun bukan atas dasar kesamaan, tetapi atas kemampuan hidup bersama dalam perbedaan.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini, seharusnya menjadi momentum evaluasi nasional. Pancasila jangan hanya dihafal dalam teks pidato, tetapi harus dihidupkan dalam kebijakan negara dan perilaku sosial masyarakat.

Bangsa ini tidak kekurangan sumber daya alam, tidak kekurangan kecerdasan, bahkan tidak kekurangan regulasi. Yang sering hilang adalah keteladanan moral dan konsistensi menjalankan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan nyata.

Pancasila harus kembali ditempatkan sebagai etika publik dan orientasi pembangunan bangsa. Jika ekonomi dijalankan dengan semangat keadilan, politik dibangun dengan etika musyawarah, hukum ditegakkan tanpa diskriminasi, dan kehidupan sosial dirawat dengan toleransi, maka Indonesia akan mampu keluar dari berbagai krisis yang dihadapinya hari ini.

Sejatinya Hari Lahir Pancasila bukan hanya tentang mengenang pidato Ir. Soekarno pada 1 Juni 1945, tetapi tentang bagaimana bangsa dan generasi hari ini mampu menjadikan Pancasila sebagai jalan moral untuk menyelamatkan masa depan Indonesia.