Media Diharap Mengedepankan Konfirmasi #PascaMogokKomiteMedik

oleh
Media Diharap Mengedepankan Konfirmasi #PascaMogokKomiteMedik -

MAMUJU – Belasan dokter mendatangi Sekretariat Ikatan Wartawan Online (IWO) di Jalan Pababari, Mamuju.

Kedatangan para dokter ini ternyata diketahui ingin meluruskan polemik yang terjadi pascamogok yang dilakukan tim medik di RSUD Regional Sulbar (6/10) lalu.

Dalam keterangan persnya, Ketua Tim Medik dr. Arpandi Rahim memastikan bahwa mogok yang dilakukan oleh para dokter pada waktu yang lalu tidak ada hubungannya dengan kematian pasien.

“Tidak ada hubungan antara kejadian aksi mogok dokter (6/10) dengan kasus meninggalnya pasien,” tutur dr. Arpandi Rahim di hadapan awak media, Sabtu (7/10/2017).

Selain itu, pihaknya juga meminta kepada media yang telah memberitakan kasus tersebut kiranya melakukan konfirmasi dan tidak membentuk opini yang kurang baik di depan masyarakat.

“Dimohon kepada oknum wartawan online yang menulis itu, itikad baiknya untuk memberikan hak jawab kepada kami 1×24 jam dan jangan membentuk opini di masyarakat. Jika tidak insya Allah kita akan laporkan kepada pihak yang berwajib,” katanya.

Ia pun menjelaskan bahwa awal mula aksi kejadian kemarin diakui sebagai suatu proses panjang yang disebabkan oleh akumulasi terhadap berbagai kejadian sebelumnya dan puncaknya keluhan masyarakat akan kekurangan obat dan alat kesehatan di rumah sakit regional.

“Kemarin itu (6/10) dipicu satu hari sebelumnya, banyak keluhan dari masyarakat yang menyudutkan kita sebagai dokter karena tidak adanya obat sampai masalah oksigen pun yang tidak ada. Sehingga dokter disudutkan,” katanya.

Padahal menurut Arpandi sebelumnya pihaknya sudah beberapa kali menyampaikan kepada manajemen agar permasalahan yang ada, baik kekurangan obat-obatan maupun alat kesehatannya harus menjadi perhatian.

“Sudah berapa kali kami meminta kepada manajemen tapi tidak ada solusi. Selain itu kami juga menghadap kepada bapak Gubernur selaku orang tertinggi yang bisa mengambil keputusan, tapi belum ada solusi sampai saat ini,” ungkapnya.

“Oleh karena akumulasi itulah pada tanggal 6 kami sepakat untuk melakukan aksi tidak melakukan pelayanan khusus untuk di poliklinik. Adapun yang di IGD dan pasien yang ada di perawatan yang datang tetap kami layani,” simpulnya.

#AyubKalapadang