Laporan: Dr. Agusnia Hasan Sulur (Rektor Institut Hasan Sulur)
MANDARNESIA.COM, Paris – Kota Paris tidak hanya memikat dunia melalui kemegahan Menara Eiffel atau romantisme Sungai Seine. Bagi delegasi pimpinan perguruan tinggi dari Indonesia Timur, ibu kota Prancis ini menjadi medan diplomasi akademik yang krusial untuk membawa institusi lokal menuju panggung dunia.
Pada Senin, 11 Mei 2026, semangat internasionalisasi pendidikan tinggi diperlihatkan secara nyata oleh rombongan yang terdiri dari 17 pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di bawah naungan LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara. Kunjungan strategis ini merupakan langkah konkret untuk memperluas konektivitas akademik antara kampus-kampus di wilayah Sulawesi Selatan, Barat, dan Tengah dengan berbagai institusi pendidikan di Eropa.
Kolaborasi Global di ESSCA School of Management
Mengawali agenda di Paris, rombongan melakukan kunjungan ke ESSCA School of Management. Dalam diskusi yang berlangsung hangat, fokus utama diarahkan pada strategi pengembangan perguruan tinggi serta teknik menjalin kerja sama internasional yang berdampak luas.
LLDIKTI IX menegaskan perannya sebagai fasilitator bagi PTS di wilayah Sultanbatara dalam merajut kemitraan global, mulai dari pembentukan kelas internasional hingga kolaborasi riset bersama. Langkah ini diharapkan dapat mendongkrak kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), baik bagi dosen dalam melakukan penelitian lintas negara maupun bagi mahasiswa yang membutuhkan eksposur global.

Diplomasi di KBRI Paris: Peluang Beasiswa dan Riset
Delegasi juga menyambangi Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Paris yang terletak di 47 Rue Cortambert. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Dr. Luh Anik Mayani, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Paris.
Sebagai pejabat diplomatik yang mengurusi urusan pendidikan, kebudayaan, riset, dan teknologi antara Indonesia dengan Prancis serta Andorra, Dr. Luh Anik memaparkan berbagai peluang emas bagi kampus-kampus Indonesia. Beberapa poin krusial yang dibahas meliputi:
- Program Akademik: Peluang studi untuk jenjang S1, S2, dan S3 di Prancis.
- Pengembangan SDM: Peluang beasiswa bagi dosen dan mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi global.
Kolaborasi Inovatif: Kemungkinan pembuatan Summer Program serta fasilitasi melalui kegiatan riset dan sponsor penelitian.
Bagi Institut Hasan Sulur (IHS) Sulbar, dan belasan perguruan tinggi lainnya, informasi ini menjadi amunisi penting dalam memperkuat jejaring diplomasi akademik di Benua Biru.
Menyerap Inspirasi Sejarah di Museum Louvre
Di sela-sela padatnya agenda formal, rombongan menyempatkan diri mengunjungi Museum du Louvre, museum seni terbesar dan paling terkenal di dunia yang berlokasi di jantung kota Paris.
Louvre bukan sekadar destinasi wisata; tetapi sekaligus monumen bersejarah yang awalnya merupakan istana kerajaan sebelum akhirnya bertransformasi menjadi museum publik setelah Revolusi Prancis pada tahun 1793.
Delegasi berkesempatan menyaksikan langsung mahakarya dunia yang menjadi magnet jutaan pasang mata, di antaranya:
Mona Lisa (La Joconde): Lukisan senyum misterius karya Leonardo da Vinci yang ruangannya selalu dipadati pengunjung.
Venus de Milo: Patung dewi Yunani ikonik tanpa lengan yang telah berusia lebih dari 2.200 tahun.
Winged Victory of Samothrace: Patung dewi kemenangan (Nike) yang berdiri megah tanpa kepala di puncak tangga museum.
Kunjungan ini menandai babak baru bagi pendidikan tinggi di wilayah Sultanbatara. Dari Paris, sebuah pesan kuat dikirimkan: bahwa perguruan tinggi di Indonesia Timur siap bersaing, berkolaborasi, dan berinovasi di level internasional. (*)













