Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.

Internet Desa Marasa Diresmikan

Reporter: Sudirman Syarif

MAMUJU, mandarnesia.com — Pemerintah Provinsi Sulbar meresmikan layanan internet desa Marasa. Empat kabupaten di Sulbar masing-masing menerima lima titik pemasangan internet di setiap desa. Kabupaten Polman mendapat delapan titik sementara Kabupaten Pasangkayu hanya empat titik.

Sebanyak 32 desa dari 70 desa program Marasa telah menikmati layanan internet gratis, melalui jaringan kabal FO jalur akses paling stabil yang dipancarkan dari kantor desa.

Wakil Gubernur Sulbar Enny Anggraeni Anwar menyampaikan, pemasangan internet akan membantu tugas-tugas aparat di desa. Selain itu, internet juga bisa digunakan masyarakat, petani, pengusaha, dan pelajar dalam memenuhi kebutuhan informasi.

Pelaksanaan penyediaan internet desa dilakukan secara bertahap sejak April 2019 hingga November 2019, dengan tahap akhir pemasangan alat pemancar wifi oleh tehnisi Dinas Kominfo Sulbar.

Di Kabupaten Polman, desa yang menerima bantuan internet desa Marasa, Desa Masso, Katumbangang, Rappang Barat, Galung Lombok, Tammajarra, Napo, dan Lekopaddis. Kabupaten Majene Desa Temmero’do, Lombang, Sambabo, Buttu Baruga, Pamboborang. Kabupaten Mamasa, Desa Tondok Bakaru, Ralleanak, Balla Santaneteang, Minanga dan Sendana.

Kabupaten Mamuju Botteng Utara, Rante Doda, Losso, Lebani, Pammulukang.
Kabupaten Mamuju Tengah, Desa Lemo-lemo, Kambunong, Sinabatta, Sanjango, Saloada. Kabupaten Pasangkayu Desa Balanti, Kalukunangka, Wulai dan Martasari.

Sebagian wilayah yang mendapat fasilitas internet gratis merupakan daerah yang tidak masuk dalam kategori blank spot atau tak ada jaringan. Seperti Desa Temmero’do di Majene dan Desa Rante Doda di Tappalang.

Pemerintah akan melakukan evaluasi jika ditemukan ada desa yang mendapat bantuan internet. Sementara jaringan komunikasi di desa tersebut sudah baik.

“Mungkin dievaluasi kembali, ini program dari Marasa. Tentunya akan dievaluasi kalau sudah punya jaringan Telkom yang baik, sudah punya tower. Yang mungkin kita bisa tempatkan ke tempat lain,” jelas Enny Senin (20/1/2020). (Advertorial).

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: