Inilah Makna “Rannunna Paqbanua” Bagi Pj Gubernur Sulbar

oleh

Netizen: Aisyah Kadir (KAPP Balanipa)

MANDARNESIA, Balanipa — Napas perjuangan pembentukan Kabupaten Balanipa Sulawesi Barat tidak pernah berhenti. Walau dalam fase moratorium daerah otonomi baru di Indonesia saat ini, bakal DOB Balanipa terus digaungkan.

Di rumah Arajang Balanipa Bau Abdul Malik Pattana Endeng di Tinambung, Polewali Mandar sebuah persamuhan besar kembali digelar. Samuh akbar sebelumnya di Boyang Kayyang Buttu Ciping, Desa Batulaya Tinambung, 12 November 2022.

Tidak tanggung-tanggung, Ahad 29 Januari 2023, Komite Aksi Perjuangan Pembentukan (KAPP) Balanipa menghadirkan Pj Gubernur Sulawesi Barat, Dr. Akmal Malik yang juga Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri. Kehadiran Dr. Akmal merupakan penanda amat spesial bagi warga Balanipa.

Pada momentum ini, Dr. Akmal menerima amanah dan bersedia memanggul keinginan rakyat Balanipa. “Saya siap membantu pembentukan Kabupaten Balanipa bila keran moratorium pemekaran daerah dibuka pemerintah,” ujar Dr. Akmal yang disambut bahana tepuk tangan hadirin. Komitmen itu janjinya akan dikawal secara terhormat.

Akmal Ahad siang, diberi gelar kehormayan sebagai Rannunna Paqbanua (Tumpuan Harapan Rakyat) dari Kerapatan Adat Balanipa. Pj Guberbur Sulbar itu kini resmi sebagai warga atau To Balanipa Mandar. Lelaki yang lahir di Pulau Punjung, Sumatera Barat ini telah menjadi bagian dari gerak perjuangan Balanipa.

Sejumlah tokoh penting hadir dalam persamuhan besar atau “Sirumung Karaya” ini. Diantaranya Dr. Rahmat Hasanuddin; Arajang Balanipa Towaine Dra. Hj. Bau Mujibah Malik; anggota DPD RI Ajbar Kadir; Prof. Dr. Husain Syam; Mujirin Yamin; Hj Andi Bau, Pappuangan Limboro, 10 Sokko Balanipa, tokoh Hadat Ampe Banua Kaiyyang, pengusaha H. Syamsul Mahmud, Wakil Ketua DPRD Sulbar Usman Suhuriah dan Abdu Rahim, komponen KAPP Balanipa serta elemen masyarakat penting lainnya.

Bagi Dr. Rahmat Hasanuddin, rumah Arajang Balanipa memiliki ikatan emosional mendalam bagi perjuangan Sulawesi Barat.

“Rumah Arajang ini selalu menjadi tempat berembuk. Kita berharap kehadiran bapak Gubernur yang juga Dirjen Otoda akan memenuhi harapan dan perjuangan rakyat Balanipa,” tutur Rahmat Hasanuddin sambil menitikkan air mata.

Sedang Senator DPD RI, Ajbar Abd Kadir, bercerita tentang perkembangan CDOB di Komite 1. “Dalam dalam waktu dekat akan ada pertemuan di Jakarta konsolidasi nasional calon daerah pemekaran, tanggal 7 Februari 2023 dengan mengundang gubernur dan bupati daerah yg memiliki CDOB se-Indonesia. Kita berharap melalui pertemuan tersebuat ada kebijakan yang bisa mendukung percepatan pembentukan Kabupaten Balanipa,” terang Ajbar.

Rektor UNM Makassar Prof. Dr. Husain Syam pun turut menyampaikan dukungannya pada pembentukan Balanipa. Prof Husain lebih memandang Balanipa dari perspektif sumber daya manusia.

“Bahwa Balanipa telah melahirkan banyak tokoh-tokoh besar dan potensinya tidak diragukan, saya mendukung percepatan pembentukan Kabupaten Balanipa,” ujar Profesor Husain.

Tokoh lainnya yang menyampaikan paparan adalah H. Syamsul Mahmud. Sebagai pengusaha, Syamsul mengatakan, potensi sumber daya alam Balanipa bisa dikembangkan lebih maju. Kakao saja produksinya mencapai ribuan ton per tahun dan diekspor ke Swiss. Juga potensi-potensi lainnya,” urainya.

Komitmen Pemkab Polewali Mandar pada pembentukan Kabupaten Balanipa kembali ditegaskan. Diwakili Asisten I Hj. Agusnia Hasan Sulur, Bupati Polman menyatakan kesiapan untuk membantu percepatan pembentukan Kabupaten Balanipa.

“Pemda Polman siap membantu dalam kelengkapan administrasi, dan sisi pendanaan untuk daerah pemekaran dari kabupaten induk Polewali Mandar,” ujar Bupati yang disampaikan Agusnia.

Lalu apa makna pada anugerah Rannunna Paqbanua bagi sang Pj Gubernur yang juga Dirjen Otoda Kemendagri?

Melati atau beruq-beruq To Kandemeng yang dikalungkan memiliki sarri (wangi) luar biasa. Destar atau Passapunna Panglima Perang tanda bahwa Balanipa sedang diperjuangkan, dan Pj Gubernur adalah tumpuan utama. Palluang lipaq adalah sarana paqbanua (kehendak rakyat) Balanipa ditoe lao yang disampirkan pada pundak Pj Gubernur.

Dan sebagaimana lazimnya, keris atau gayang selalu menjadi  simbol keberanian yang pantang menyerah untuk kebenaran. Sureq pangulu Padang pada sarung yang dikenakan Pj. Dr. Akmal merupakan simbol kekerabatan dan persaudaraan antara Tanah Mandar dan Padang, Sumatera Barat yang kembali dirajut. (Rilis)