DPR Dorong Sinergi ID Food–KDMP, Fokus Bangun SDM dan Ekonomi Desa

oleh
oleh

Langkah strategis memperkuat ketahanan pangan nasional kembali digaungkan. Komisi VI DPR RI mendorong kolaborasi antara BUMN pangan ID Food dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk membangun ekosistem distribusi yang kuat sekaligus menggerakkan ekonomi desa berbasis kewirausahaan.

 

MANDARNESIA.COM, Jakarta — Komisi VI DPR RI menegaskan pentingnya kolaborasi strategis antara BUMN Holding Pangan, ID Food, dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai langkah konkret memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tekanan krisis global.

Anggota Komisi VI DPR RI, Budi Sulistiono, menekankan bahwa kerja sama tersebut tidak boleh bersifat parsial atau sekadar memenuhi kebutuhan distribusi fisik semata.

Menurutnya, peran ID Food harus lebih jauh, yakni menjadi katalis dalam membangun kualitas sumber daya manusia di tubuh koperasi desa.

“ID Food tidak boleh hanya mengisi kekosongan barang. Yang utama adalah membangun SDM, menumbuhkan semangat, cita-cita, dan jiwa kewirausahaan di dalam koperasi,” ujar Budi dalam kanal Youtube TVR Parlemen, Selasa (1/4/2026).

Ia menilai, saat ini KDMP masih membutuhkan penguatan dalam hal arah bisnis dan visi kelembagaan. Karena itu, ID Food diharapkan hadir bukan sekadar sebagai penyuplai, tetapi juga sebagai mitra strategis yang mampu mentransfer pengetahuan dan membentuk mentalitas bisnis yang adaptif.

Komisi VI DPR RI juga melihat bahwa penguatan jiwa kewirausahaan di tingkat desa menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari krisis bahan baku hingga lonjakan harga energi.

Dengan pendekatan tersebut, tantangan yang ada justru dapat diubah menjadi peluang ekonomi baru yang berdampak langsung pada masyarakat.

Hasil yang diharapkan dari kolaborasi ini adalah terciptanya produk pangan yang lebih berkualitas, harga yang lebih terjangkau, serta distribusi yang lebih merata hingga ke desa-desa.

Melalui sinergi ini, ID Food diharapkan bertransformasi tidak hanya sebagai penyalur pangan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi desa yang mampu mendorong kemandirian pangan secara berkelanjutan. (Rls/WM)