Oleh Ihsan Zainuddin
Dalam renik cahaya yang memudar
Menyambut fajar yang ternoda
Memasuki waktu yang tercabik
Aku tak sendiri
Dihentak fajar
Dalam badai yang nyaris membunuh
Satu kata dua kata menyebut nama -Nya
Tapi ini bait – bait terasa kaku dan latah
Kupaksa membaca untuk menang melawan mantra
Hidup dipagari masa
Namun jiwa tak ingin dijajah
Lalu aku terjatuh dalam kubangan nista
Mengapa aku dijebak hampa
di lorong waktu yang lama
Tapi saatnya akan tiba
Aku tak sendiri
Memohon didekap subuh
Dirangkul ufuk yang sujud
——-
Lembang Dhua Majene,
Sabtu 13 Dzulhijjah 1447 H












