Berebut Kekayaan di Balabalakang

oleh
Berebut Kekayaan di Balabalakang -
Ajbar, Anggota DPRD Sulawesi Barat

#SAVEBALAKBALAKAN

MAMUJU – Pengklaiman Pulau Balabalakang menjadi wilayah yang menjadi objek perselisihan antara Pemprov Sulbar dan Pemprov Kaltim, ternyata tak lepas dari potensi yang dimiliki.

Ketua Komisi III DPRD Provinsi Sulbar Ajbar Abdul Kadir menjelaskan, kejadian itu bermula saat munculnya surat dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada Pemprov Sulbar untuk melakukan tindakan konservasi atau penyelamatan terhadap lingkungan terumbu karang di kawasan Pulau Balabalakang. Setelah ditelusuri kata Ajbar, bahwa memang Balabalakang mengalami kerusakan hampir 90 persen terumbu karangnya.

“Kami melakukan kunjungan kerja dalam hal ini ke Lantamal Balikpapan tentang posisi dan kondisi terakhir. Dari hasil diskusi di sana memang ternyata di tata ruang itu akan dimasukkan hasil penelitian kerusakan terumbu karang Balabalakang,” jelas Ajbar, baru-baru ini.

Dikatakan Ajbar, harusnya pemerintah dalam hal ini Mendagri tidak melakukan persetujuan pengesahan tata ruang wilayah Kaltim jika memasukkan Balabalakang sebagai wilayahnya. Sebab, di tata ruang yang sudah ditetapkan sebelumnya adalah Provinsi Sulawesi Barat.

“Kontradiktif dong kalau ada daerah lain mengklaim, kita sudah mendapatkan persetujuan Kemendagri bahwa sudah pasti Balabalakang masuk dalam kawasan wilayah Sulawesi Barat, iba-tiba kemudian merestui lagi ditata ruangnya provinsi lain yang juga memasukkan wilayah yang sama, itu tidak boleh sampai dilakukan,” ujarnya.

Ia berharap, semoga hal tersebut hanyalah isu yang kira-kira membangkitkan gairah pemerintah kabupaten dan provinsi untuk merawat melakukan tindakan nyata pada proses peningkatan kesejahteraan masyarakat yang ada di Balabalakang dan bisa menjadi spirit pemerintah untuk lebih serius mempertanyakan.

“Bahkan kami pernah mengajukan ke Kementerian kendaraan tol laut, masa tidak bisa kita siapkan fasilitas itu. Kalau mau serius perhatikan mereka. Kita fasilitasi minimal dua alat transportasi mereka ke Mamuju yang kapasitasnya kira-kira bisa memuat 40 – 50 orang, itu menjadi kendaraan tol lautnya. Itu harapan kita sesungguhnya,” pungkasnya.

#AyubKalapadang#BusriadiBustamin

Adv.
Baca Juga:  Camat: Masyarakat Gabung ke Kaltim, Itu Hoax