Sunarto, Guru Sekolah Terpencil di Mateng yang Sedang Menyelesaikan S2 di Turki

Reporter: Sudirman Syarif

TURKI, mandarnesia.com — Sunarto, seorang guru di SMP Negeri 7 Budong-budong belum lama ini berhasil meraih beasiswa kuliah ke luar negeri di Turki. Dia saat ini sedang menempuh kuliah di Anadolu Universiti. Salah satu universitas ternama di Turki dengan mengambil jurusan Education Management sejak Bulan Septemper 2019.

Sebagai guru di daerah terpencil, di Desa Pasapa, Kecamatan Budong-budong, Mateng dia tidak bisa membayangkan bahwa akan berhasil kuliah ke luar negeri. Namun demikian, hal yang mengejutkan dalam hidupnya itu telah dilaluinya.

Baginya, mendapatkan beasiswa Turkiye Burslari Scholarship dari Pemerintah Turki melalui perjuangan yang panjang dan penuh tantangan.

“Saya harus melalui seleksi administrasi yang cukup ketat, karena bersaing dengan ribuan pendaftar dari berbagai daerah di Indonesia. Apalagi saat itu, saya harus melakukannya secara mandiri, berhubung di Sulawesi Barat saya belum menemukan mahasiswa yang pernah mendapat beasiswa ini,” katanya, Ahad (16/2/2020) waktu setempat.

“Alhamdulillah saya lulus tahapan ini, selanjutnya hanya dua pekan berselang setelah pengumuman, saya harus ke Jakarta untuk melakukan tes wawancara bersama 150 peserta lainnya. Beberapa bulan kemudian saya termasuk dari 68 orang yang lulus ke Turki untuk melanjutkan kuliah,” sambunya.

Turkiye Burslari Scholarship, beasiswa ini digagas oleh Pemerintah Turki. Bagi pelajar lokal maupun internasional yang ingin melanjutkan study-nya dari jenjang S1 hingga S3.

Beasiswa ini diselenggarakan oleh Yurtdışı Türkler ve Akraba Topluluklar Başkanlığı (YTB) atau Repbulic of Turkiye Prime Ministry Presidency Turks Aboard and Related Communities. Beasiswa ini mengcover semua program study dan biaya hidup selama menempuh pendidikan.

“Melalui beasiswa ini, saya mendapat fasilitas biaya kuliah sampai lulus, biaya kursus Bahasa Turki, uang bulanan, makan, asuransi kesehatan, asrama dan tiket pulang pergi Indonesia – Turki.” Ungkap pendiri komunitas Mandar Goes Abroad ini.

Dalam beasiswa ini, pelamar tidak perlu mengajukan pendaftaran terpisah pada universitas yang dituju. Dengan menggunakan formulir pendaftaran online beasiswa, pelamar juga bisa mendaftar langsung ke universitas yang diminati.

Sehingga saat pelamar dinyatakan mendapatkan beasiswa, secara otomatis juga akan diterima pada universitas di Turki.

“Saya sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah dan juga Dinas Pendidikan Kabupaten Mamuju Tengah yang telah memberikan dukungan kepada saya untuk meningkatkan kapasitas saya sebagai tenaga pendidik,” tutup Sekretaris IGI Mamuju tengah ini.

Komentar Anda
error: Content is protected !!
Open chat
1
Assalamu Alaikum
Ada yang bisa kami bantu?
Powered by