fbpx

Danial: Jika Dirugikan, Silahkan Lapor ke Panwaslu

mandarnesia.com — Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Polewali Mandar, M. Danial memberi keleluasan bagi pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Polewali Mandar yang merasa dirugikan dalam rapat pengundian nomor urut di Gedung Nasional Polman, Selasa (13/2).

Kepada mandarnesia.com ia mengatakan terlepas dari insiden tersebut, KPU sama sekali tidak ada niat untuk melakukan hal-hal yang di luar aturan.

“Setelah pencabutan nomor urut, baru saya melihat goresan. Tapi itu di luar dari pengetahuan KPU,” kata M.Danial, Selasa (13/2/2018).

Ia menduga goresan tersebut mungkin pada saat pipa tersebut di-Pilox, dan diletakkan sebelum kering.

Sementara Jenderal Salim S Mengga (JSM) mengaku kejadian tersebut ia serahkan kepada Panwaslu Kabupaten Polman.

“Bukan masalah nomor urut, riak-riak tadi. Memang ada goresan dan itu dianggap tanda. Nah, itu biar diselesaikan Panwaslu karena memang ada coretan panjang warna biru yang membedakan dengan yang lain,” kata Salim.

Ia berpendapat, mestinya sebelum dilakukan, KPU memeriksa kembali. Apakah ada yang cacat yang akan menjadi keberatan pendukung kandidat.

“Saya menilai kurang cermat, terlepas apakah disengaja atau tidak. Tapi hal seperti itu sensitif. Kecurigaan itu bisa ke mana-mana,” ungkapnya. Ia juga mengaku telah menyediakan delapan kuasa hukum.

Andi Ibrahim Masdar (AIM) yang ditemui di kediamannya, melihat hal tersebut sebagai riak-riak politik.

“Tadi saya ambil amplop untuk mencabut nomor satu, dan nomor dua. Saya memang ambil cepat karena saya selalu ambil nomor depan. Jadi saya langsung sembunyikan,” kata AIM.

Lanjut AIM, setelah datang baki kedua, diambil lagi, dan dapat nomor dua. Ia juga bersumpah bahwa angka dua yang ia cabut murni dari Tuhan.

“Demi Allah, demi Tuhan, saya tidak tahu pasti akan dapat nomor dua. Bisa cari nomor Ketua KPU (M. Danial) di hp saya itu tidak ada,” tutupnya.

Bahkan, menurutnya jauh sebelum pencabutan nomor urut, ia berniat untuk menawarkan nomor kepada pasangan JSM-Marwan
namun tidak diperbolehkan oleh KPU.

“Saya tawarkan kepada kakak saya (Salim) mau milih nomor urut apa? Tapi tidak bisa,” ujarnya.

Dalam rapat pleno tersebut, KPU menetapkan JSM-Marwan sebagai pasangan nomor urut satu, sementara AIM-Natsir nomor urut dua.

Reporter: Sudirman Syarif

error: Content is protected !!