Kotak Amal Rp 50 Juta

Oleh Haidir Fitra Siagian

SAYA kira tidak semua masjid di Indonesia memiliki manajemen masjid yang rapi seperti ini. Subuh ini saya menyempatkan ikut shalat di Masjid Raya Sabilil Muhtadin Banjarmasin Kalimantan Selatan.

Dari luar, masjid ini tidak begitu indah dari aspek bangunannya. Biasa-biasa saja.

Pekarangan luas, ada hutan kota dengan pepohonan menjulang tinggi dengan rimbunan daun hijaunya.

Luas lokasi masjid ini saya tak pasti, perkiraaan saya sekitar 6 kali luas lapangan bola standar internasional.

Masuk ke dalam kompleks menelusuri lorong bersih, juga tempat wudhu dan kamar kecil. Air cukup banyak, tidak tergenang dan ventilasinya lebih dari memadai. 

Begitu masuk masjid, aduhai indahnya. Penerangan baik, karpet merah terhampar luas halus nan memesona.

Ketika saya masuk, jamaah masih kurang, baru berdatangan satu per satu.

Apa yang menjadi perhatian saya adalah kotak amal yang terbuat dari besi warna hijau seukuran kotak sepatu baru.

Diletakkan beraturan rapi di atas karpet kiri, kanan, dan tengah. Saya coba hitung jumlahnya mencapai 40 kotak, tidak termasuk yang tidak sempat saya hitung.

Setelah shalat, kotak amal tersebut digilirkan dari jamaah ke jamaah. Demikian diadakan setiap selesai shalat fardhu. Hasilnya memang cukup fantastis. Dalam satu minggu, dapat Rp 50 Juta.

Itu diumumkan kemarin jelang Jumatan. Selain kotak harian, masjid mendapatkan pemasukan dari kotak amal setiap hari Jum’at Rp 15 jutaan per minggu.

Infak parkir kendaraan Rp 6 jutaan per minggu. Infak penyimpanan sepatu Rp 4 jutaan per minggu, Penyewaan aula Rp 15 jutaan belum termasuk sumbangan pribadi dari jamaah.

Total pemasukan per minggu bisa mencapai Rp 110 juta.
Artinya, masjid ini bisa dapat pemasukan sekitar Rp 400 jutaan per bulan.

Kemarin diumumkan bahwa biaya rutin setiap minggu sekitar Rp 100 juta. Itu sebagian besar dipakai untuk menggaji karyawan, petugas kebersihan, pengajian dan perawatan.

Saya senang dengan keadaan tersebut. Masjid makmur jamaahnya. Suasana indah dan nyaman untuk beribadah, pengelolanya profesional dalam pengelolaannya, Banjarmasin Sabtu (28/4/2018). (*)

Komentar Anda