HTI Menolak Tindakan Terorisme

Mandarnesia.com — Pascateror bom bunuh diri yang menewaskan belasan orang di tiga gereja yang berada di Surabaya, Ahad 13 dan Senin 14 Mei kemarin, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) melihat hal tersebut sebagai tindakan keji yang harus ditolak.

Melalui surat edaran Nomor: 299 13 Mei 2018/27 Sya’ban 1439 Hijriah yang diterima mandarnesia.com dari kader HTI. Organisasi ini menegaskan tindakan tersebut bertentangan dengan ajaran Islam. Sangat jelas, syariat Islam melarang dengan tegas mengganggu ibadah dan merusak ibadah agama lain, apalagi sampai melukai dan membunuh.

HTI juga menyampaikan, Islam melarang membunuh siapapun tanpa alasan yang dibenarkan.

Berkenaan dengan hal tersebut, HTI menyatakan beberapa sikap melalui juru bicaranya, Muhammad Ismail Yusanto.

Pertama, mengutuk dengan keras pelaku bom bunuh diri itu sebagai tindakan keji yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Kedua, menyerukan kepada pihak berwenang untuk segera mengusut tuntas siapa pelaku dan apa
motivasinya, termasuk siapa otak di balik tindakan keji itu. Hanya dengan cara itu, spekulasi berkaitan dengan peristiwa bom bisa segera diakhiri.

Berikutnya, HTI menolak mengaitkan peristiwa itu dengan kepentingan untuk segera melakukan pengesahan Rancangan Undang-undang (RUU) Terorisme. Sebab, cukup banyak pasal-pasal dalam RUU tersebut sangat
potensial akan menimbulkan kemudaratan bagi rakyat, khususnya umat Islam. Sebagaimana pernah terjadi di masa lalu.

Selain itu, HTI juga menolak usaha mengaitkan peristiwa itu
dengan organisasi atau kelompok dakwah yang ada. Jangan sampai peristiwa ini menjadi
jalan bagi penguasa bertindak represif atau berbuat dzalim.

Dan terakhir, HTI menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk tetap teguh, sabar dan istiqamah dalam
perjuangan menegakkan syariah dengan cara atau metode yang benar sebagaimana dicontohkan oleh baginda Rasulullah SAW.

“Tidak gentar terhadap setiap
tantangan, hambatan dan ancaman,” tegas Jubir HTI, Ismail Yusanto.

Reporter: Sudirman Syarif

Foto: Panjimas.com

Komentar Anda