fbpx

Ketua Forum GTT-PTT Sulbar Sesalkan Disdikbud Sulbar

MAMUJU,mandarnesia.com-Ketua Forum GTT-PTT Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) Asrar, menyesalkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sulbar yang sangat lamban menyelesaikan persoalan GTT-PTT

Terutama, kata Asrar, terkait masalah gaji mereka yang belum pasti akan dibayarkan sebelum lebaran tiba.

“Sungguh miris jika gaji GTT dan PTT tidak dibayarkan lagi. Ini bulan adalah bulan yang sangat sensitif. Sebentar lagi lebaran. Pasalnya, ASN akan terima gaji 13 sementara GTT dan PTT tak terdengar kabarnya apakah ada penggajian atau tidak, sementara dana sudah ada,” kesal Asrar melalui pesan WhatsApp, Jumat (17/5/2019).

Ia juga menilai, pihak Disdikbud Sulbar sangat lamban melakukan tindakan. Karena masalah tersebut sudah dua tahun dan masih bergelut seputar penyelesaian persoalan.

“Saya juga menyayangkan pemprov yang seyogyanya melakukan kerja sama yang baik antara SKPD di provinsi. Dan, harusnya juga bukan lagi verifikasi dikerjakan, tapi melakukan koordinas yang baik antara Legislatif dan Eksekutif untuk melakukan langkah yang kongkrit minimal keuangan juga harus menambah anggaran di dinas pendidikan, jika sekiranya masalah yang dihadapi adalah kurangnya anggaran akibat keuangan yang memangkas dana untuk dinas endidikan,” tuturnya.

Sebelumnya, Disdikbud Sulbar belum bisa memastikan apakah gaji GTT-PTT bisa dibayarkan sebelum lebaran. Pasalnya hingga kini, Disdikbud masih melakukan tahap verifikasi kepada GTT-PTT ke sejumlah sekolah.

“Ini sudah diinput hasil verifikasi kami kemarin dan masih sementara berjalan. Kalau hasil verifikasi sudah selesai, kita SK-kan. Karena banyak yang memundurkan diri dan ada yang lulus CPNS kemarin,” kata Haluddin Kabid PTK Disdikbud Sulbar melalui sambungan telepon seluler, Rabu (15/5/2019).

Disdikbud Sulbar berharap, hasil verifikasi bisa rampung sebelum lebaran. Supaya gaji GTT dan PTT bisa segera dibayarkan.

“Karena juknisnya juga sudah mau dibahas dan ada sedikit yang mau dirubah. Jadi kita plenokan dulu terkait sistem penggajian seperti apa,” tutupnya.

Foto: mediaindonesia.com
Reporter : Busriadi Bustamin

Komentar Anda

error: Content is protected !!