“Tuhan-Tuhan” Kotak Suara

Oleh : Wahyudi Muslimin

Ah… Kenapa begini, nanti akan begitu lho. Nanti akan begini, kalau terjadi begitu, bagaimana? Kadang “Tuhan” hadir dalam diri setiap manusia sehingga mampu mendeteksi kejadian yang akan terjadi. Sementara kejadian satu detik ke depan adalah misteri yang diciptakan sang Khalik.

Polemik tentang kotak suara yang berbahan kardus menjadi buah bibir di media sosial, ada yang menyebut bahwa sampai ke TPS kotak suara tersebut akan jadi bubur. Padahal kemasan rokok atau produk dalam kardus dengan menyeberangi samudera tetap sampai pada tempat yang dituju, dan tidak menjadi bubur.

Sebuah produk yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan atau sebuah lembaga, tentu sudah melalui proses uji coba. Tidak segampang itu mereka memutuskan bahwa ini atau itu digunakan. Sementara kita atau siapapun yang berada di luar dari lembaga mereka langsung menghakimi bahwa itu akan jadi ini atau jadi itu. Padahal kita hanya menilai dari sudut pandang sebagai orang yang bukan pembuat atau penggagas ide tersebut.

Ditunjuknya aktor-aktor pemilu 2019 sebagai penyelenggara Pemilu, tentu mereka telah atau akan dibekali teknik memperlakukan kotak suara tersebut. KPU terdiri dari orang-orang yang terseleksi, mereka tidak akan terpilih jika kecerdasan mereka dalam membuat problem solving diragukan, catat itu.

Kotak suara tersebut mampu menahan beban sampai 107 Kilogram (tribuntimur.com) Foto : tabikpun.com

Sementara mereka yang pernah terlibat sebagai penyelenggara untuk daerah terpencil dengan medan yang cukup ekstrem, mengeluh dengan beratnya beban kotak suara yang sebelumnya digunakan.

Ada juga portal yang menyebutkan bahwa kotak suara tersebut rusak, itu judul beritanya. Bagi mereka yang kebiasaan hanya membaca judul berita yang berseliweran di media sosial langsung terpapar, tanpa membaca isi berita, dicopylah judulnya ke media sosial yang ternyata akibat banjir, makanya rusak.

Ada satu poin yang perlu digaris bawahi bahwa bahan kardus itu bisa daur ulang, jadi proses recycle bisa berlangsung, ini sebuah cara untuk menghormati lingkungan dengan tidak menambah daftar sampah untuk dibakar.

Mobil atau motor saja bila terendam banjir pasti rusak tidak serta merta bisa digunakan, harus melalui servis yang ketat baru bisa difungsikan.

Intinya, marilah untuk tidak menjadi “Tuhan” bagi orang lain, atau pada lembaga lain. Apalagi langsung mau menjadikan kotak suara tersebut sebagai jemuran, yang sama sekali bukan peruntukannya.

Sallang Salama’

Foto : musicmp3juices

Komentar Anda