Pangeran Bahrain Berkalung Sutera Mandar

[perfectpullquote align=”full” bordertop=”false” cite=”” link=”” color=”” class=”” size=””]Bahrain, mandarnesia.com-Polewali Mandar kembali mendapat tempat di hati para pembesar Kerajaan Bahrain. Pada Chocolate and Coffee Exhibition, Pangeran Bahrain mengunjungi stand Polewali Mandar.[/perfectpullquote]

Pada kesempatan Tersebut tim dari Kabupaten Polewali Mandar yang dipimpin H. Darwin Badaruddin Kepala Bappeda Libang Polewali Mandar. H. Darwin Badaruddin mempersembahkan Sutera Mandar ke Pangeran Bahran melalui proses pengalungan.

“Ini adalah momentum yang luar biasa bagi produk lokal Sutera Mandar bersama produk lainnya, karena dikunjungi langsung oleh pembesar Kerajaan Bahrain, tentunya Polewali Mandar sudah menjadapat tempat di hati Bahrain secara khusus karena kegiatan promosi ini” tulis DR. Aco Musaddad HM, Kabag Humas dan Protokoler Polewali Mandar melalui WA ke mandarnesia.com.

Secara khusus di Bahrain kopi dan coklat merupakan salah satu hasil alam yang digemari, karena mereka secara khusus membuat kegiatan yang bertemakan Kopi dan Coklat. Pada laman https://visitbahrain.bh diulas bagaimana kopi dan coklat menjadi produk yang disukai.

Menurut laman tersebut bahwa budaya di seluruh dunia yang salah satunya kopi secara tradisional ditemani dengan cokelat, yang keduanya mewakili ikon global untuk kesenangan, kemewahan, dekadensi, dan cinta. Pameran Cokelat dan Kopi 2018 terdiri dari konsep paling unik dan beraroma dari seluruh dunia, semuanya di bawah satu atap untuk kesenangan Anda. Ini adalah festival di mana para pecinta cokelat dan kopi bertemu dalam “satu cangkir” untuk bersukacita akan keindahan dan kecanggihan gairah mereka.

Sehingga harapannya Polewali Mandar sebagai salah satu penghasil coklat dan kopi untuk membuka hubungan yang lebih serius, apalagi Bahrain dikenal sebagai kota yang kecil tapi bekemampuan besar.

Bahrain hanya memiliki luas 770 KM diantara negara-negara teluk. Lebih luas dari Singapura di Asia. Jumlah penduduk Bahrain hingga sekarang 1,5 juta jiwa.

#WM

Komentar Anda