Keluarga Baru IPMPY

Netizen : Adrian Arif
Keluarga menjadi tempat ternyaman membagi suka duka, bercerita keluh kesah, saling menjaga dan saling mendukung dalam tiap persoalan yang menghampiri kita dalam kehidupan berinteraksi di ligkungan masyarakat. Keluarga menjadi tempat ternyaman untuk kembali dan meminta pertolongan tanpa memberikan beban psikis yang berat untuk melakukan tindakan meminta tersebut. Apalagi dalam hal sebagai mahasiswa rantau di kampung orang, siapa lagi yang akan memberikan pertolongan ketika kita tertimpa persoalan yang rumit, jika bukan kita sesama mahasiswa yang berasal dari satu daerah. Hal tersebutlah yang mendasari keinginan teman-teman yang berasal pula dari lingkungan yang sama untuk kiranya kita mengadakan satu wadah yang dijadikan sebagai instrumen dalam mempererat jalinan silaturahmi antar mahasiswa rantau asal Polewali Mandar, yang kemudian di koordinir oleh organisasi daerah yang lebih akrab disebut Ikatan Pelajar Mahasiswa Polewali Mandar Yogyakarta atau IPMPY.

Ikatan Pelajar Mahasiswa Polewali Mandar Yogyakarta atau IPMPY sendiri sudah ada sejak dari tahun 1999 sampai sekarang ini, sejak itu pula tradisi penyambutan diberikan kepada mahasiswa/i, yang baru menempuh jenjang pendidikannya di kota pendidikan dan istimewa ini diadakan setiap tahunnya. Tujuannya tak lain seperti yang telah disinggung diatas, untuk mempererat silaturahmi sesama mahasiwa Polewali Mandar dan agar saling mengenal satu dengan yang lainnya, bahwa ternyata banyak pula saudara saya yang menempuh pendidikan di tanah rantauan ini.
PENJA (Pembekalan dan Penjaringan Anggota), itulah yang kerap kali kami sebutkan untuk acara penyambutan tersebut. Bukan hanya sekadar menyambut dan berkenalan dengan teman-teman mahasiswa baru, namun dalam proses PENJA, diberikan beberapa pengetahuan dasar yang disuguhkan dalam bentuk materi untuk bekal dalam menghadapi dinamika berorganisasi baik itu organisasi yang ada di kampus pun ketika berproses dalam IPMPY, antara lain yakni latihan dasar dalam kepemimpinan, latihan dasar persidangan yang sering dipakai ketika organisasi akan melakukan suksesi kepemimpinan.

Selain itu PENJA yang berlangsung sepanjang tiga hari dan 2 malam ini (21-23 Desember 2018) di Bumi Perkemahan Kepurun yang bertemakan “MISSULEKKA DZI AMMESANGANG ANNAQ MANYAMANG DZI PARAITA” tak pernah lepas dari pelajaran seputar daerah Polewali Mandar dan renungan kebudayaan serta adat yang ada di Mandar, yang mesti terus ada dan terus lestari sampai ke generasi akhir. Pada intinya di dalam agenda yang kami buat ini sepenuhya tak pernah lepas dari perbincangan tentang daerah asal dan kebudayaan yang terdapat di sana dan diselingi dengan modal untuk mengembangkan keahlian masing-masing yang juga kami butuhkan di sini yang akan kami baktikan kembali pada daerah Mandar tercinta. Acara tersebut dihadiri oleh Ketua umum IKAMA (Ikatan Keluarga Mahasiwa Mandar Yogyakarta) Ilham Muslimin dan sekaligus membuka acara tersebut, juga dihadiri oleh Ketua Umum IKPMD-I Yogyakarta (Ikatan Pelajar Mahasiswa Daerah Indonesia) Yahya, sekaligus menutup rangkaian acara yang berlangsung selama tiga hari tersebut.

Banyak rangkaian acara yang panitia sediakan dalam acara tersebut, selain memberikan modal awal untuk berproses dalam organisasi juga diberikan pula bermacam permainan yang membuat para peserta dan teman-teman (senior), terbahak saat proses acara berlangsung. Permainan yang disuguhkan mengukir senyum dan tawa yang indah di wajah tiap peserta, itulah hal yang membuat kami menjadi puas dengan adanya acara yang kami selenggarakan tiap tahun sekali tersebut. “saya senang sekali dan sangat bahagia melihat teman-teman lain terhibur dengan susunan acara yang kami buat, rasa capek dan lelah kami selaku panitia selama ini mulai dari pembentukan panitia sampai hari ini menjadi hilang seketika, hal itu menjadi bayaran yang paling indah dan berkesan” ucap Muh Daifullah selaku ketua panitia PENJA 2018, sesaat acara telah selesai.

PENJA sendiri dilaksanakan baru ketiga kalinya sejak adanya organisasi daerah skala kabupaten Polewali Mandar yakni IPMPY, di tahun 2016, 2017 dan tahun 2018. Tapi ini bukan berarti acara penyambutan yang semacam ini baru ketiga kalinya diadakan, tetapi sudah sejak adanya IPMPY namun memakai nama yang berbeda dan susunan yang lebih lengkap dan jelas, misalnya penyambutan sebelum PENJA ada yang dinamakan LK (latihan dasar kepemimpinan), Makrab (malam keakraban) dan lain sebagainya. PENJA bisa dikatakan sebagai transformasi dari penyambutan-penyambutan mahasiswa baru sebelumnya.

Dalam benak teman-teman pengurus dan warga IPMPY pada saat itu hingga berinisiatif untuk mengganti nama penyambutan mahasiswa baru yang awalnya disebut LK(latihan dasar kepemimpinan) menjadi PENJA (pembekalan dan penjaringan anggota) sebab, adalah hal yang sangat dekat dengan penghasilan orang-orang mandar utamanya di daerah pesisir yang bermata pencaharian sebagai nelayan, PENJA adalah salah satu nama ikan yang menjadi santapan kesukaan orang-orang Mandar pada umumnya, entah diolah menjadi penja maraqe (penja kering), penja pais (penja yang diasapi dan dibalut dengan daun pisang), ada juga yang menggoreng penja jadi prakadel dan banyak lagi sesuai selera masyarakat Mandar dan dijadikan sebagai kuliner khas daerah Mandar. Penja sudah menjadi ikan yang melegenda di tanah Mandar, bahkan ada pula yang mengatakan bahwa ikan penja hanya ada di Mandar saja, dipercayai pula jika ikan yang satu ini turun dari langit bersamaan dengan turunnya air hujan, inilah yang membuat kami mengganti nama penyambutan tersebut menjadi PENJA.

Selain hal tersebut di atas, hal yang mendasari juga, ketika melihat perilaku ikan yang satu ini, dalam hal apapun ikan penja selalu bersama-sama, saling melindungi, bergerombolan dalam satu komando baik itu dalam hal mencari makan pun untuk berkembang biak. Artinya bahwa agar mahasiswa Polewali Mandar terus membangun semangat kekeluargaan bukan hanya di tanah Mandar tapi di mana pun kita berada apalagi di tanah rantau. “Penja” saat melihat atau mendengar kata tersebut adalah bisa menjadi penawar rindu dan memberikan semangat tinggi bagi kami mahasiswa rantau, itulah beberapa faktor yang membuat nama penyambutan untuk mahasiswa baru diubah menjadi PENJA.

“Dari tahun ke tahun peserta yang mengikuti PENJA semakin bertambah ini menjadi hal yang sangat baik untuk kelangsungan dinamika organisasi daerah yakni IPMPY, teman-teman mahasiswa baru yang mengikuti PENJA menambah jumlah keluarga besar IPMPY yang mana pada pendataan terakhir tercatat 178 mahasiswa asal Polewali Mandar yang ada di Yogyakarta, pada PENJA kali ini, ada 30 mahasiswa baru yang mengikuti acara PENJA 2018 dan mereka berasal dari pelbagai kecamatan dari daerah Polewali Mandar” tegas Ainun Zakinah Mansur, ketua umum IPMPY periode 2018-2019. Selepas memberikan cinderamata kepada peserta.

Komentar Anda