Mahasiswa Palu di Jogja, Jual Pakaian untuk Donasi Bencana

Oleh : Adrian Arif

Sejak bencana alam yang melanda Palu, Sigi, Donggala 28/09/2018 lalu, bantuan mulai berdatangan dari tiap kalangan. Jenisnya bermacam-macam, mulai dari makanan, minuman, perlengkapan bayi (popok bayi, susu dan lain-lain) serta pakaian.

Tak selang beberapa jam dari kejadian tersebut Asrama Mahasiswa Putra Sulawesi Tengah yang bertempat di Jl. Kapten Laut Samadikun No. 8, Wirogunan, Mergangsan, Kota Yogyakarta langsung mengadakan acara do’a bersama. Gelaran ini dihadiri masyarakat sekitar maupun mahasiswa dari Sulawesi maupun daerah-daerah lainnya.
Asrama Putra Sulawesi Tengah ini juga menjadi posko utama bagi masyarakat maupun mahasiswa yang ingin menyalurkan donasinya. Tiap hari bantuan berdatangan memenuhi asrama putra tersebut baik itu berupa uang maupun logistik.

Bantuan berupa pakaian ini sangat banyak dan tempat untuk menampungannya pun sudah sangat sedikit. Apabila kita hendak mengirimkan semua pakaian ini ke Palu dan sekitar, dalam proses pengirimannya mengalami kendala yang sebab sulitnya transportasi mengangkut pakaian-pakaian ini.

“Masyarakat pun tidak terlalu membutuhkan bantuan berupa pakaian tapi makanan yang diprioritaskan. Kami mengalihkan pakaian ini dalam bentuk uang dengan cara menjual pakaian-pakaian tersebut,” kisah Mutia mahasiswa asal Palu, Sulteng.

Jaket dan jeans dijual dengan harga Rp 5000/lembar, baju dan kemeja dihargai Rp3000 rupiah/lembar. Hasil penjualan ini akan disalurkan ke posko bencana di Palu dan sekitarnya”.

“Penjualan pakaian tersebut telah dilakukan sejak tanggal 9 Oktober sampai 20 Oktober sore adapun tempat yang sering digunakan menjual pakaian-pakaian ini yakni Alun-alun Kidul Yogyakarta” tambah Mutia.

Untuk beberapa hari ke depan penjualan barang ini di luar area asrama akan dihentikan, kendalanya posko bantuan kekurangan tenaga relawan.

“Tapi jika ada teman-teman yang ingin datang langsung ke asrama, kami akan layani 24 jam. Penghasilan kami selama menjual pakaian ini sekitar 1 juta sampai dengan 2 jutaan per harinya” sebut Usman, mahasiswa Palu lainnya yang ada di Yogyakarta.

Komentar Anda