Pray for Palu, Makna Cinta dan Kemanusian

Mandarnesia.com — Peristiwa pilu yang menelan ratusan korban jiwa di Sulawesi Tengah ini telah mengundang simpati dari berbagai kalangan.

Tragedi ini menguji tingkat solidaritas kemanusiaan ke sesama manusia yang telah melewati goncangan gempa magnitudo 7,4 SR.

Aksi simpati langsung terlihat di jalan untuk ikut membantu saudara-saudara sebangsa dan setanah air, yang kini telah dirundung luka dan pilu sedalam palung di samudera.

Sejak keberangkatan dari Polewali, pada “lampu merah” Mambulilling anak-anak berseragam PMI menyodorkan kotak bertuliskan “Pray for Palu”. Ini cara warga meleburkan makna cinta dan kemanusian pada sesama.

Kegiatan sosial ini hampir ada di setiap titik singgah atau lampu merah pada kota-kota kabupaten yang mandarnesia.com lewati sepanjang jalan sejak pagi dari Polewali menuju Makassar. Pinrang, Parepare, Barru, Pangkep, Maros serta terakhir lampu merah Latimojong, Makassar menyatu dalam bingkai solidaritas kemanusiaan.

Mereka lebur dalam satu kata “Pray for Palu”, tergabung dalam wadah berbagai organisasi mengajak pengguna jalan untuk menyumbangkan rupiah.

Sudahkah Anda melakukan sesuatu untuk mereka yang dirundung duka di Sulawesi Tengah?

Wahyudi Muslimin

Ilustrasi: Times Indonesia

Komentar Anda