Belajar Bahasa Tidak Sesederhana yang Dibayangkan

Oleh Sri Musdikawati

INI ulasan sederhana mengapa pemahaman kita orang awam dengan para ahli bisa saja berbeda. Belajar bahasa tidak hanya sekedar menyampaikan kepada anak didik “silahkan berdialog, atau tulislah ini” Umumnya yang kita ketahui bahasa adalah alat untuk berkomunikasi, tetapi tidak hanya itu setiap bahasa butuh kajian ilmunya. Ada ilmu linguistik menurut Chaedar Alwasilah (2007:3)

Ilmu linguistik sering juga disebut linguistik umum (general linguistics) artinya ilmu linguistik tidak hanya mengkaji sebuah bahasa saja, seperti bahasa Jawa atau bahasa Arab, melainkan mengkaji seluk beluk bahasa pada umumnya.

Setiap bahasa perlu dikaji tataran fonologinya yaitu bidang linguistik yang mempelajari, menganalisis dan membicarakan runtutan bunyi-bunyi bahasa, dalam fonologi ada kajian fonetik dan fonemik.

Tataran linguistik lain adalah morfologi merupakan tataran ilmu bahasa yang berkutat seputar ilmu bahasa atau gramatika. Proses morfologi ialah proses pembentukan kata. Kalau morfologi membincang struktur internal kata, Tataran sintaksis kata hubungannya dengan kata yang lain.

Kalau kita pernah mendengar subyek (S), predikat (P) , Obyek (O), Keterangan (K) dipelajari dalam tataran sintaksis. Tataran semantik menurut Verhar meneliti arti kata atau makna.

Selain ilmu bahasa dalam pembelajaran bahasa juga mementingkan peningkatan empat keterampilan berbahasa yaitu menyimak, berbicara, membaca dan menulis.

Selain itu perlu memelajari bahasa baku suatu bahasa, norma-norma kebahasaan dll. Ini membutuhkan waktu untuk diteliti dan ditelisik,

Karena itu kejelasan suatu bahasa dalam pandangan suatu ilmuwan berbeda dengan kita sebagai orang awam. Inilah ulasan singkat tentang ilmu bahasa, semoga bermanfaat.

Polewali. 3-8-2018

Foto: Facebook Sri Musdikawati dp

Komentar Anda

error: Content is protected !!