PELITA Ikatan Guru Indonesia di Tanah Mandar dan Kaili

Oleh Mirwati Pasolong

PENGURUS Wilayah Ikatan Guru Indonesia (IGI) Sulawesi Tengah baru saja dilantik bulan April 2018 yang lalu. Sebagai sebuah organisasi yang baru terbentuk para pengurus serentak bergerak menambah anggota. Maka tak heran bila dalam rentang waktu tiga bulan, anggota IGI Sulawesi Tengah terus merangkak naik dan mampu menduduki posis ke 20 dalam daftar Sisfo IGI Se-Indonesia, mengalahkan beberapa provinsi yang lebih dulu.

Selain mengajak rekan-rekan guru dari mulut ke mulut, penambahan anggota juga dilakukan salah satunya dengan menggelar berbagai kegiatan menarik. Seperti yang akan dilaksanakan sepanjang Juli- Agustus 2018 ini.

Kegiatan yang diberi nama Pelatihan Literasi (PELITA) IGI Sulawesi Tengah rencananya akan dilaksanakan di 13 kabupaten/ kota se Sulawesi Tengah. Jadwal disusun setelah para Pelatih yang juga merupakan Pengurus Pusat IGI menyatakan kesanggupannya untuk datang melatih sekaligus memompa semangat guru-guru IGI di daerah sasaran untuk bergabung dengan IGI.

Agenda PELITA IGI SULAWESI TENGAH yang mengangkat tema Menjadi Guru Abad 21, Kreatif, Inovatif dan Inspiratif ini dimulai di sebuah daerah dengan akses yang cukup berat, yakni Kabupaten Banggai Kepulauan.

Menempuh perjalanan panjang Cengkareng- Makassar-Banggai dengan pesawat, lalu lanjut ke Kabupaten Banggai Laut dengan kapal laut selama kurang lebih 9 jam, Umi Tira Lestari, sang Coach Sagusapres tetap penuh semangat dan antusias menjalaninya.

Tiba pagi hari setelah beristirahat sejenak, Umi panggilan akrab perempuan manis ini, langsung menuju lokasi kegiatan yang berlangsung dua hari yakni tanggal 14 dan 15 Juli.

Workshop berlangsung lancar dengan peserta mencapai 40 orang. Sebuah awal yang baik untuk menjadi penerang bagi guru-guru di Kabupaten Banggai Laut.
PELITA IGI meneruskan geliatnya.

Hari ini tanggal 21 Juli hingga besok tanggal 22 Juli sedang berlangsung 3 pelatihan pada 3 kabupaten yang berbeda yakni Kabupaten Morowali, Kabupaten Banggai, dan Kabupaten Donggala juga dengan kanal yang berbeda pula yaitu Sagusamik, Sagusoft, dan Sagupegtas.

Sagusamik merupakan salah satu kanal IGI yang sudah dipopulerkan sejak pertengahan tahun 2016 dengan kepanjangan Satu Guru Satu Komik. Kegiatan di Banggai langsung dipandu oleh Coach Abdul Karim yang juga merupakan Master Sagusamik.

Kegiatan ini dibuka oleh Bupati Banggai dan dihadiri oleh kurang lebih 90 peserta. Peserta yang belum menjadi anggota IGI diharapkan segera mendaftar untuk bergabung secara resmi dengan organisasi guru yang sangat visioner ini.

Workshop berikutnya di Donggala yang digawangi oleh Coach Anastasya M. Hari Jumat, Mbak Anas, panggilan akrabnya, memulai perjalanan dari kampung halamannya di Surabaya menuju Palu untuk selanjutnya melakukan perjalanan darat ke Kabupaten Donggala, kurang lebih satu setengah jam.

Di Kabupaten Donggala, sebagaimana di Banggai, kegiatan dibuka oleh Bupati Donggala. Dalam sambutannya, Bupati berjanji akan memberikan kendaraan operasional untuk digunakan oleh para pengurus IGI memperlancar program-programnya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh puluhan peserta dari berbagai jenjang pendidikan.
Pelita selanjutnya yang berlangsung hari ini adalah di Kabupaten Morowali dengan kanal Satu Guru Penggerak (Sagupegtas), dengan Narasumber Ibu Nenny Ekowati.

Ibu Nenny meninggalkan Jakarta pada Kamis dini hari dan tiba di Bandara Sultan Hasanuddin pagi hari untuk selanjutnya bertolak ke Morowali pada pukul 08.00 pagi. Perjalanan dari Makassar ke Morowali kurang lebih 1 jam. Hari ini, kegiatan di Morowali cukup ramai, di mana peserta mencapai ratusan dan sekaligus besok akan diadakan pembentukan pengurus IGI daerah Morowali.

Untuk pembentukan pengurus ini, tetap akan dikawal oleh Ibu Nenny karena salah satu tujuan menurunkan coach yang juga harus berasal dari Pengurus Pusat IGI adalah supaya sekalian bisa menginspirasi dan membantu pembentukan pengurus di daerah yang didatangi nya.

Sampai dengan hari ini, baru 4 Kabupaten yang terlaksana dan akan disusul oleh kabupaten-kabupaten lain hingga bulan Agustus dengan materi pelatihan yang berbeda serta narasumber yang berbeda pula.

Semoga apa yang dilakukan IGI Sulawesi Tengah mampu menginspirasi daerah-daerah lain untuk melakukan hal yang sama atau melakukan inovasi yang jauh lebih efektif lagi, dalam rangka memancarkan berita ini di seluruh Hana Pertiwi Indonesia tercinta ini.

Sebagai Wakil Ketua Umum Regional 13 PP IGI dengan wilayah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat, saya berharap, gairah IGI Sulawesi Tengah dalam mengajak guru-gurunya meningkatkan kompetensi dengan mengikuti kegiatan dan bergabung di IGI, juga bisa disamai oleh IGI Sulawesi Barat.

Sejatinya, dua tahun terakhir, IGI Sulawesi Barat mampu menduduki posisi 10 besar pada Sisfo keanggotaan IGI secara nasional. Namun pertengahan tahun 2018 ini, Sulbar merosot ke posisi 13. Sulawesi Barat tidak bisa lagi diperlakukan sama dengan Sulawesi Tengah, karena Sulawesi Barat sejauh ini sudah berkembang sangat bagus, sementara Sulawesi Tengah baru saja dibentuk. Pun begitu sebagai Waketum, saya akan tetap berupaya mencari trik agar bisa membawa pancaran Pelita IGI Sulteng ke Sulawesi Barat.

Komentar Anda