Antena keTuhanan

Oleh: Dr. Aco Musaddad HM.

Sebuah Handphone Android dapat menyimpan ratusan bahkan ribuan nomor ponsel, maupun video. Nomor ponsel tersebut tersimpan dalam sebuah kartu.meskipun anda memiliki Hand phone yang canggih tetapi tidak memiliki pulsa tidak akan pernah dikonekkan ke nomor yang anda akan sambungkan, demikian pula sebaliknya meskipun memiliki pulsa tetapi tidak ada signal yang dihubungkan melalui antena hand phone tetap tidak akan bisa dipakai untuk menelpon.

Tubuh manusia diibaratkan sebuah ponsel dalam tubuh manusia tersebut tersimpan sesuatu yang diibaratkan sebuah kartu yang dapat diaktifkan untuk menghubungkan ke maha pencipta.

Pada awal tahun 1990-an seorang neorolog bernama Michael Persinger menemukan titik Tuhan pada otak manusia. Titik Tuhan tersebut ia namakan “God Spot ” Persinger memberikan kesimpulan bahwa pusat spiritual manusia itu terpasang karena adanya hubungan saraf dalam cuping -cuping temporal otak. Ia mengamati kondisi otak dengan topografi emisi, positron, dan area-area tersebut akan bersinar ketika orang yang diteliti tersebut diajak berdiskusi tentang tema spiritual maupun agama. Signal ketuhannya kuat, dan antena bekerja dengan baik.

Dalam lanjutan penelitiannya bahwa saraf tersebut yang terdapat di dalam otak manusia, tidak teraliri oleh darah sepanjang hari tetapi saraf ini tetap hidup. Saraf yang dianalogikan sebagai kabel antena ketuhanan itu hanya butuh darah 2-4 detik saja, sebanyak 5 kali sehari. Hasil riset ini mengungkapkan salah satu hikmahnya kita shalat 5 kali sehari, karena dalam shalat ada gerakan sujud, di saat sujud itulah saraf tersebut teraliri darah meskipun hanya sesaat karena memang hanya 5 kali ia membutuhkan asupan darah dalam sehari, itupan 2-4 detik saja.

Jadi untuk mengaktifkan god spot itu dengan bersujud pada 5 lima kali sehari yaitu pada waktu shalat.

Shalat merupakan sebuah media untuk mengingat Allah, sarana untuk mengatifkan God Spot, sarana untuk membersihkan diri dari keegosian, makanya yang dibaca disaat sujud adalah “Subhana Rabbil A’la wa Bihamdihi” Maha suci Allah yang maha tinggi dan hanya kepadaNyalah pujian.

Pesinger adalah seorang neorolog yang non Muslim sehingga hanya meneliti otak saja.
Dalam surah Al -Anfal ayat 2 Allah SWT berfirman :

“Sesungguhnya orang – orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah, gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat -ayat Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya, dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakkal”

Pada ayat tersebut yang disebutkan adalah hati bukan hanya otak saja. Michael Persinger konsen melakukan riset pada otak saja. Qalbun yang oleh Rasululllah disebut sebagai segumpal darah yang ada dalam diri manusia, apabila baik maka baik pula diri kita.

Kata wajilat qulubuhum bukan hanya otak yang merinding tatkala nama Allah disebutkan tetapi hati dapat tersentuh lebih kuat, air mata dapat bercucuran ketika ayat ayat Allah dibacakan semakin kuat antena ketuhanan itu di dalam diri kita semakin bergetar hati kita yang membuat kita merinding karena kecintaan dan kedekatan kita dengan sang pencipta lebih dekat dari urat leher kita. inilah yang dianalogikan sebagai antena ketuhanan atau god spot dalam diri manusia.

Komentar Anda