Perbedaan Adalah Kami, Karena Kami Indonesia

Citizen: Muhammad Muqtadir Taufik*

Selasa, 21 November 2017 Ikatan keluarga Mahasiswa Mandar Sulawesi Barat (IKAMA SULBAR YK), kembali turun ke jalan untuk memeriahkan semaraknya Karnaval Budaya Selendang Sutera 2017 “Wahai Pemuda…! Kita Tidak Sama, Kita Kerja Sama”. Semarak Legenda Suku Nusantara ini bersama mahasiswa-mahasiswi 34 provinsi se-Indonesia dan INCULS (mahasiswa asing).

Storyline dari acara tersebut; Kepulauan membentang sepanjang dari sumatera sampai papua. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki potensi besar menjadi poros maritim dunia. poros maritim merupakan sebuah gagasan strategis yang diwujudkan untuk menjamin konektifitas antar pulau, pengembangan industri perkapalan dan perikanan, perbaikan transportasi laut serta fokus pada keamanan maritim. Laut bukanlah pemisah, laut adalah penghubung dengan saudara-saudara kita di tempat lain. Oleh karena itu, diperlukan SDM yang memadai dari segi kuantitas dan kualitasnya.

Pulau-Pulau di Nusantara yang bertaburan kekayaan alam, menarik para pedagang dari berbagai penjuru dunia, seperti Arab, India, Persia, dan Eropa. Keramahan, keberagaman adat istiadat para penduduk Nusantara di manfaatkan terutama dari eropa untuk menebar bibit kolonialisme. Ratusan tahun dalam cengkraman kolonialisme, menumbuhkan perlawanan yang mengerucut menjadi satu bentuk perlawanan bersama. Tonggak – tonggak Nasionalisme, dari berdirinya Boedi Oetomo (1908), Sumpah Pemuda (1928), hingga Proklamasi kemerdekaan (1945).

Beragam suku, agama, bahasa, ras, dan golongan dengan kesadaran sesanti Bhinneka Tunggal Ika sebagai satu kesadaran bersama menjadi satu bangsa, satu negara yakni Indonesia. Dengan berbagai Identitas itulah, kita bersama membangun dan mengisi kemerdekaan sesuai dengan cita-cita para pendiri republik ini untuk menciptakan perdamaian abadi, keadilan sosial dan kesejahteraan.

Acara penutupan dari rangkaian acara Selendang Sutera yang sudah berlangsung beberapa hari sebelumnya sangatlah meriah, dengan adanya partisipasi dari sebagian besar ikatan pelajar daerah yang ada di yogyakarta, salah satunya IKAMA SULBAR YK di bawah kepemimpinan Ilham Muslimin. Selendang Sutera kali ini sudah terbilang sangatlah sukses sebagai salah satu agenda Dinas Kebudayaan bermitra dengan IKPMDI YK (Ikatan Pelajar Mahasiswa Daerah Indonesia Yogyakarta). Setelah menampilkan Sendratasik (Seni Drama Tari Musik) di malam kedua panggung Selendang Sutera, kali ini Sulawesi Barat menampilkan kesenian Parrawana (penabuh rebana) di Karnaval Budaya Selendang Sutera.

Kehadiran mahsaiswa –mahasiswi tak lain lagi yakni memperlihatkan kesenian dari daerah masing-masing. Belum lagi dengan adanya masyarakat yang sangat antusias dalam menyaksikan satu persatu antraksi budaya yang di petontonkan oleh tiap-tiap daerah di sepanjang rute karnaval dari start Taman Budaya-Benteng Vredeburg sampai finish Puro Pakualaman pukul 14.00 WIB sampai selesai.

Semangat Mahasiswa Mandar di Yogyakarta kini lagi-lagi disaksikan ribuan pasang mata yang ada di daerah istimewa yogyakarta. Tak mau kalah, anak-anak mandar dengan percaya diri yang besar memperlihatkan paqkalindaqdaq dan parrawana dan pada saat itu juga mereka berinteraksi dengan Indonesia di kota Istimewa Yogyakarta. Bukan hal baru ketika mendapat pujian dari penonton ataupun dari daerah lain yang juga ikut serta dan itu menjadi suatu kebanggaan besar bagi anak-anak mandar yang ada di Yogyakarta maupun di Sulawesi Barat.

*Mahasiswa ISI Yogyakarta, Jurusan Tata Kelola Seni

Komentar Anda