fbpx

Prahara Bumi Mandar di Selendang Sutera

Oleh: Ilham Muslimin

Semarak Legenda Suku Nusantara (Selendang Sutera) adalah agenda tahunan dinas Kebudayaan DIY kerjasama dengan organisasi daerah Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Daerah Indonesia-Yogyakarta (IKPMDI-YK).

Acara ini dimeriahkan IKPM seluruh provinsi yang ada di Yogyakarta. Selendang Sutera 2017 tahun ini dilaksanakan di XT Square yang berlangsung mulai tanggal 10-14 November 2017.

Pada kesempatan ini Komunitas Rumah Mandar ikut andil di dalamnya sebagai peserta Gelar Etnis Selendang Sutera dengan mempersembahkan Sendratasik yang berjudul Prahara Bumi Mandar.

Konsep ini muncul melihat peristiwa panjang yang ada di Mandar. Di mana kita ketahui Mandar adalah salah satu bekas afdeling yang begitu kental dengan adat saling menguatkan (Sipamandaq).

Dalam sejarah Mandar terjadi beberapa peristiwa penting terutama peperangan antarwilayah kerajaaan yang begitu panjang pada zaman dahulu. Sehingga berbagai simbol atau istilah persatuan yang terdapat di wilayah tersebut sipakaraya, sipakalaqbi, siwaliparriq, sipamandaq dan lain-lain.

Dalam pertunjukan inilah yang diramu menjadi sebuah karya sendratasik dengan situasi kekacauan di Mandar, di mana adanya peperangan sampai melahirkan sebuah ikrar perjanjian persaudaraan yang diiringi tarian kreasi maqembur beruq-beruq.

Dalam pementasan ini para penari adalah mahasiswa baru atau angkatan 2017 yang berasal dari Polewali Mandar dan Majene yakni Muqtadir (ISI Yogyakarta), Dirham Asese (UIN) Adrian (UJB), Mukhlis (UIN), Fadil (UIN), S. Nahru (UIN), Zaki (UJB), Piko (UST), Yusril (UIN), Zianal (UAD) Arwini (UST) dan Nova (STIPRAM). Adapun pemusik Kilal Ista (AKINDO), Adrian (UAD), Asrul (UPY), Irzan (AKINDO), Mulyawan (UAD), Erick Hardianto (UMY) dan yang membacakan Ikrar Tammejarra I, yakni sang sutradara Hasanuddin mahasiswa etnomusikologi ISI Yogyakarta.

Adapun yang hadir menyaksikan pementasan Komunitas Rumah Mandar Yogyakarta yakni Muh. Asri Anas (anggota DPD dapil Sulbar), anggota DPRD Polewali Mandar, dan pihak dinas Kebudayaan DIY.

Komunitas Rumah Mandar sendiri belum pernah absen sejak diadakannya gelar etnis budaya tersebut, keikutsertaan KORMA ini juga sebagai perwakilan Sulawesi Barat, untuk itu kami berharap acara ini tetap berlanjut dan untuk pemerintahan Sulawesi Barat sekiranya bisa memberikan kami fasilitas. Seperti baju adat Mandar dan alat musik untuk tetap bisa berkarya untuk, karena mengurusi Mandar sama halnya mengurusi diri kita sendiri.

 

Ketua IKAMA - Sulbar Yogyakarta, Ilham Muslimin bersama ketua IKPMDI Yogyakarta, Muh. Asri Anas, saat berkunjung ke kediaman Sri Sultan Hamengkubuwono X.
Ketua IKAMA – Sulbar Yogyakarta, Ilham Muslimin bersama ketua IKPMDI Yogyakarta, Muh. Asri Anas, saat berkunjung ke kediaman Sri Sultan Hamengkubuwono X.

*Ilham Muslimin, Mahasiswa ISI Yogyakarta

Jurusan Tata Kelola Seni

error: Content is protected !!