BI: PAD Sulbar Masih Relatif Rendah

MAMUJU-Dalam rangka mendorong Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), BI Perwakilan Sulbar melaksanakan diskusi Panel Pemberdayaan Sumber Daya Alam Migas dan Optimalisasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), di Hotel D’Maleo Mamuju, Kamis (20/4/2017).

Kepala Perwakilan BI Sulbar Dadal Angkoro mengatakan, pelaksanaan diskusi panel dilatarbelakangi ragam tantangan keuangan regional dan masih relatif rendahnya kemampuan daerah dalam menghasilkan dan pembangunan secara mandiri.

“Hal ini berimplikasi pada keterbatasan sistem keuangan regional untuk mendorong sejumlah kegiatan ekonomi yang produktif bagi pembangunan daerah,” kata Dadal.

Menurut Dadal, rendahnya kemampuan menghasilkan sumber dana pembangunan daerah tercermin dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sulawesi Barat masih relatif rendah Rp27 miliar atau kurang lebih 20 % dari total pembentukan APBD.

“Beberapa penyebab munculnya kondisi tersebut adalah belum optimalnya pengelolaan sumber daya alam migas dan pengelolaan badan usaha milik daerah, masih relatif rendahnya aktivitas ekonomi sehingga sumber pajak dan retribusi kurang optimal, dan tingginya derajat sentraliasi dalam bidang perpajakan,” jelasnya.

Sementara itu, Sekprov Sulbar Ismail Zainuddin menyampaikan, semangat pembentukan BUMD diharapkan dapat membuka lapangan kerja, memberikan perlindungan bagi usaha kecil dan menengah. Dan bertindak sebagai pelaksana objek pembangunan daerah ekonomi dan pembangunan.

“Disisi lain peran BUMD harus mampu membantu pemerintah dalam menjalankan tugas pelayanan publik sehingga masyarakat merasakan kehadiran didalamnya,” harap Ismail.

Hadir pada kegiatan tersebut, diantaranya Arief Nasrudin Direktur PD. Pasar Jaya DKI Jakarta, Josapath Rizal Direktur Sumberdaya Energi, Mineral dan Pertambangan Bappenas, dan Yurianto sebagai kepala BPBUMD DKI Jakarta.
#BusriadiBustamin

Komentar Anda