Pernyataan Sikap Pemuda Sulbar Yogyakarta : Menolak Politik Uang, Menjunjung Tinggi Sipamandaq

 

Oleh: Ilham Muslimin

Aliansi pemuda Sulawesi Barat Yokyakarta mengadakan acara Ngoko Sastra di titik Nol Yogyakarta senin 13 Februari 2017 pukul 20.30 – 10.30 WIB. Agenda ini jadi perhatian pengguna jalan dan pengunjung di nol km, saat anak – anak Mandar mulai membacakan puisi dan bermonolog tentang “Politik Gaduh”.

Kelompok pemuda dari Sulawesi Barat ini menyikapi Pilkada Serentak, Rabu 15 Februari 2017. Terhusus kepada Calon Gubernur dan Wakil Gubernur di Provinsi Sulawesi Barat. Dengan maraknya kasus, embusan aroma politik uang dan saling menghujat di Sosial Media sangat tidak etis untuk memengaruhi dukungan suara Pilgub di Sulawesi Barat, menyedot perhatian masyarakat, sebab hasilnya sangat berpengaruh pada masa depan Sulawesi Barat.

Sebagai masyarakat yang memiliki kesadaran yang kuat, filosofi Tammajarra I dan Allamungan Batu di Luyo mengandung harapan akan kondisi yang ideal, aman dan damai karena memuat sistem nilai masyarakat Mandar Sulawesi Barat. Oleh karena itu, kita harus menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang berdasarkan pada Sipamandaq tersebut agar tetap lestari, terutama dalam konteks pembangunan demokrasi di Mandar.

Mengingat Provinsi Sulawesi Barat adalah salah satu provinsi termuda di Indonesia dan pastinya akan membutuhkan pemimpin yang ideal dan pro-rakyat demi Sulbar, maka kami dari Aliansi Pemuda Sulbar Yogyakarta perlu menyikapi serius Pilgub di Provinsi Sulawesi Barat, agar berjalan secara damai dan jujur serta adil.

  1. Kami menghimbau kepada seluruh komponen masyarakat Sulawesi Barat untuk tidak GOLPUT dan bersama-sama mengawal Pilgub, agar berjalan semestinya serta berkualitas.
  1. Kami menghimbau kepada anak-anak muda, pelajar atau mahasiswa khususnya para pemilih pemula, agar menggunakan hak pilihnya sebagai wujud partisipasi politik serta pembelajaran berdemokrasi.
  1. Kami berharap kepada tokoh-tokoh masyarakat, agar tetap memegang teguh konsep sipamandaq yang telah diberikan, agar suasana pilkada ini dapat berjalan tertib dan lancar sehingga dapat meminimalisir terjadinya chaos (konflik) pasca Pilgub.
  1. Kami meminta kepada seluruh masyarakat agar tetap gemar bersilaturrahmi dan murah hati, terutama menjelang pemilihan ini, dan harus benar-benar digalakkan demi terciptanya masyarakat yang aman, damai, saling bekerjasama dan bergotong royong.
  1. Kami meminta kepada masyarakat, untuk tetap bersikap Siperautangngarang, toleran antar sesama dan menjunjung tinggi rasa kekeluargaan jika berbeda pilihan politik.
  1. Kami meminta kepada masyarakat, tetap melakukan aktivitas seperti biasa, seperti tolong menolong dan solidaritas, karena konsep siwaliparriq masih terus berlaku walaupun dalam suasana pilkada.
  1. Kami menghimbau kepada masyarakat agar mengikuti kebiasaan yang baik, yakni dengan menolak praktik money politik dalam bentuk apa pun, karena itu bukan kebiasaan masyarakat kita.
  1. Menghimbau kepada calon Gubernur dan Wakil Gubernur untuk bersama-sama menciptakan suasana damai menjelang hari pemilihan dengan tidak melakukan praktik politik uang dalam memengaruhi dukungan suara, karena hal itu sama sekali tidak mendidik warga.
  1. Meminta kepada KPU Sulawesi Barat, untuk bertindak adil dan jujur selama proses pemungutan serta penghitungan suara berlangsung.

Demikian pernyataan sikap ini, kami buat dengan penuh kebebasan dan kesadaran sebagai pemuda Sulawesi Barat di Yogyakarta. Semoga proses demokrasi ini mampu mendapatkan pemimpin yang pro-rakyat.

Yogyakarta, 13 Februari 2017

Aliansi Pemuda Sulawesi Barat Yogyakarta

Ilham Muslimin (Koordinator Lapangan)

Komentar Anda